Showing posts with label Pendidikan Agama. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Agama. Show all posts

Wednesday, 14 December 2016

Wisata Alam Di Kalibiru

Tempat Wisata Alam Kalibiru Kulonprogo — Ayo Kita Rekrasi kali ini ingin memberikan rekomendasi tujuan wisata yang sangat menarik untuk di kunjungi baik untuk berfoto atau menikmati pemandangan alam di kawasan hutan lindung. Berada di ketinggian 450 mdpl di Perbukitan Menoreh daerah Hargowilis, kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo menjadikan lokasi kalibiru memiliki view yang indah dengan hamparan perbukitan dan di tambah lagi adanya bendungan sermo. Untuk menuju lokasi bisa ditempuh melalui dua rute yaitu sermo dan clereng, dan dari masing-masing rute jalan sudah beraspal baik yang bisa dilalui kendaraan roda empat non bus dan sepeda motor. Sangat perlu diperhatikan bagi para pengguna kendaraan apabila ingin melalui jalur tersebut untuk memeriksa kelayakan kendaraannya, karena jalanan yang akan dilalui banyak tanjakan curam dan tikungan tajam.
http://ayokitarekreasi.blogspot.com
WISATA ALAM KALIBIRU


PROMO PASANG IKLAN TEKS

  Pasang Iklan Dengan Murah
  Promosikan bisnis anda disini dengan harga murah
     http://fellyandmaria.blogspot.com

    Pasang Iklan Teks Murah Disini
  Tingkatkan bisnis Anda dengan mempromosikannya anda disini
    http://fellyandmaria.blogspot.com

Pasang Iklan Anda Disini
  Pasang iklan anda disini dan tingkatkan bisnis Anda
http://fellyandmaria.blogspot.com

Pasang Iklan Teks Murah
Promosikan bisnis anda disini segera
  http://fellyandmaria.blogspot.com

    Ads by FELLY AND MARIA
Dari Clereng ke Kalibiru

Jalur Clereng jika dari kota Jogja, jalur yang di lalui yaitu Sentolo → Pengasihan. Setelah sesampainya diperempatan ambil ke arah kanan menuju Clereng → Kalibiru. Ingat jangan sampai kebablasan, sesampainya di pasar kecil Clereng sekitar 300 meter terdapat jembatan yang persis berada di tikungan. Setelah jembatan jarak sekitar 20 meter ada plang kecil yang memberikan arah petunjuk belok ke kiri →Kalibiru.

Dari Sermo ke Kalibiru

Jalur Sermo jika dari arah Jogja lebih cepat ditempuh lewat Sentolo → Pengasih → Alun Alun Wates → RSUD Wates → Beji → Sermo → Kalibiru. Caranya kalau dari kota Jogja, setelah melewati jembatan Bantar yaitu 3 jembatan panjang berjajar, sekitar 3 km terdapat stasiun Sentolo, ikuti plang ke arah kanan → Pengasih → Wates.

Apa saja yang bisa di lakukan di Wisata Alam Kalibiru ?

Setelah sesampainya kalian di Kalibiru tentu saja banyak hal yang bisa kalian lakukan, dari sekedar menghirup udara segar dan menyaksikan keindahan pemandangan alam waduk Sermo dan hamparan perbukitan. Bagi para pengunjung juga bisa menikmati High Ropes Game (Permainan Outbound), atau menjelajah jalur trekking dengan berbagai pilihan. Berikut ini yang bisa kalian lakukan di Wisata Alam Kalibiru :

Lokasi Keren Untuk Foto

Kebanyakan para pengunjung mengabadikan foto-fotonya di atas pohon yang dipasangi papan tempat duduk di antara ranting untuk melihat Waduk Sermo dan pemandangan hamparan perbukitan.


PROMO PASANG IKLAN TEKS

  Pasang Iklan Dengan Murah
  Promosikan bisnis anda disini dengan harga murah
     http://fellyandmaria.blogspot.com

    Pasang Iklan Teks Murah Disini
  Tingkatkan bisnis Anda dengan mempromosikannya anda disini
    http://fellyandmaria.blogspot.com

Pasang Iklan Anda Disini
  Pasang iklan anda disini dan tingkatkan bisnis Anda
http://fellyandmaria.blogspot.com

Pasang Iklan Teks Murah
Promosikan bisnis anda disini segera
  http://fellyandmaria.blogspot.com

    Ads by FELLY AND MARIA
High Ropes Game

Permainan yang dapat memacu adrenalin di Kalibiru. Dalam permainan ini terdapat lima permainan yang digabung menjadi satu, akan tetapi para pengunjung hanya di perbolehkan untuk memilih salah satu permainannya saja. Berikut ini lima permainan yang bisa dipilih oleh pengunjung : Panjat Batu, Berjalan di atas jaring, Berjalan di atas tali tunggal, Berjalan di atas jembatan kayu yang di susun sambung-menyambung dengan tali, Flyingfox yaitu bergelantungan di seutas tali yang meluncur dan mendarat di atas papan pada pohon.


Terdapat Jalur Trekking

Wisata Alam Kalibiru menyediakan jalur trekking untuk para pengunjung yang suka menjelajah. Terdapat dua pilihan jalur trekking, dengan rute dan panjang jalur yang bisa disesuaikan. Mulai dari jarak dekat sekitar 2-3 km, hingga jarak tempuh 4-5 km.

Lokasi Kuliner Mudah

Jangan khawatir sulit untuk mencari makanan di lokasi wisata alam kalibiru, karena saat ini untuk tempat penjual makanan sudah cukup ramai.

Tempat Penginapan

Bagi kalian yang ingin menikmati sunset dan mencari tempat penginapan, untuk budget yang diperlukan sekitar Rp. 250.000,00

Demikian informasi yang bisa Ayo Kita Rekreasi berikan, semoga artikel ini bisa menjadi gambaran untuk kalian berekreasi ke Wisata Alam Kalibiru.

Related Post

Wednesday, 30 March 2016

Manusia Terlahir Suci

Manusia menurut islam pada asalnya adalah suci. Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya:

" Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci ".

Islam membantah adanya dosa waris seperti yang diajarkan oleh Kristen. Nenek moyang kita Adam dan Hawa memang melanggar larangan Allah untuk mendekati pohon larangan. Tetapi kemudian Allah mengajari nenek moyang kita itu, cara minta ampun dari dosa, lantas beliau minta ampun dan Allah menerimanya, difirmankan Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 37 yang artinya sebagai berikut:

" Sesudah itu Adam telah menerima beberapa perkataan dari Tuhan, lalu Tuhan mengampuninya ".

Nabi Muhammad saw bersabda :

" Orang yang minta ampun dari dosa seperti orang yang tidak berdosa "

Dengan demikian berarti nenek moyang kita Adam dan Hawa sudah suci kembali. Sesudah itu baru beliau disuruh turun ke dunia ini. Karena itu tidak ada dosa warisan.

Menurut islam, manusia baru berdosa setelah dia aqil baligh atau mukallaf. Yaitu setelah manusia dewasa secara jasmaniah dan rohaniah. Secara jasmani ditandai oleh mimpi keluar sperma pada laki- laki dan menstruasi ( Haid ) pada wanita. Secara rohania telah berakal, karena itu menurut islam orang- orang yang belum berakal yaitu anak- anak , yaitu orang- orang yang akalnya tidak berfungsi yaitu orang tidur, dan orang- orang yang akalnya rusak yaitu orang gila, belum dan tidak berdosa.

Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya sebagai berikut:

" Yang terlepas dari hukum ( dosa ) ada tiga golongan: Anak- anak hingga dia baliq ( dewasa ), orang tidur hingga dia bangun dan orang gila hingga dia sembuh. ( H. R. Abu Dawud dan Ibnu Majah ).

Dosa itu menurut islam timbul karena pelanggaran terhadap hukum Tuhan. Dan dosa itu menurut islam mengotori kesucian manusia dan menyebabkan adanya azab. Dalam Surat Al Muthaffifin ayat 14 Allah berfirman yang artinya sebagai berikut:

" Sekali- kali tidak, bahkan telah mengotori ( menutupi ) hati mereka, apa yang mereka kerjakan ". Surat Al Muthaffifin ayat 14 ).

Nabi Muhammad sendiri memberi keterangan tentang ayat ini dengan sabdanya, artinya sebagai berikut :

" Sesungguhnya seseorang mu' min bila berbuat dosa, terjadilah suatu titik hitam pada hatinya. Maka jika dia taubat dan mencabut diri dari dosa itu dan segera minta ampun kepada Allah, hapuslah titik hitam itu, sehingga menutupi kesucian hatinya. Itulah dia rona yang disebutkan Allah dalam Al Quran "

Kemudian ayat tadi disambung Tuhan dengan ayat sebagai berikut:

" Sekali - kali tidak, sesungguhnya mereka , dari Tuhan mereka, di hari itu telah tertutup dan tak dapat menghadap ( bersama ) lantas mereka akan dicuci didalam neraka, ( karena pelanggaran mereka terhadap hukum Allah ). Surat Al Muthaffifin 15 )

Allah menghendaki agar hidup manusia didunia ini selalu dalam keadaan suci, sebagimana aslinya. Sebagaimana difirmankan Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 222 yang artinya sebagai berikut.

" Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mensucikan diri dari dosa dengan taubat dan orang- orang yang selalu menjaga kesuciannya ( baik lahir maupun batin ). Surat Al Baqarah 222 ).

" Sesungguhnya berbahagialah orang yang selalu mensucikan dirinya ". ( Surat Al A ' la 14 ).

Karena itu Allah memberikan petunjuk kepada manusia, agar dia selalu suci, yaitu berupa peraturan- peraturan yang harus ditaati manusia. Bila peraturan ini ditaati manusia maka kesuciannya akan selalu terpelihara.

Dan apabila manusia tergoda, lantas mongotori dirinya dengan dosa, Allah memberikan pula petunjuk, bagaimana caranya membersihkan kotoran dosa itu, yaitu dengan taubat, mencabut diri dari dosa itu, dan minta ampunan kepada Allah seperti dinyatakan oleh hadis di atas, atau dengan cara lain sebagai yang telah diajarkan Tuhan dengan agamanya.

Dalam memelihara kesucian itu manusia mengalami banyak kesukaran, antara lain disebabkan oleh:
1. Kelemahannya sendiri.
2. Banyaknya musuh- musuh yang selalu menggodanya.
3. Mungkin Tuhan hendak mengujinya dengan dosa- dosa tersebut.

Karena itu agar manusia kuat dan tabah dalam pemeliharaan kesuciannya, kepadanya diberikan latihan- latihan tertentu, yang menurut jaminan Tuhan sendiri, bila manusia dapat lulus dalam latihan- latihan ini, kesuciannya akan mampu dipertahankannya. Maka latihan- latihan ini sangat perlu bagi manusia. Latihan- latihan itu antara lain dalam bentuk ibadah.

Jika nanti di akhirat Allah hanya bersedia menerima kembali orang- orang yang tetap suci.

" Pada hari tidak ada gunanya lagi harta dan anak. Kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati sejahtera (suci) ". ( Surat Asy Syu ' ara 88- 89 ).

Jika telah kotor dan tidak taubat, disucikan dahulu di dalam neraka, setelah suci kembali baru akan diterima Tuhan. Manusia diperintahkan memelihara kesuciannya karena dua sebab:

1. Agar missinya sebagai khalifah Allah berhasil.
2. Agar dapat menghadap Allah nanti di akhirat.

Perjanjian Alam Roh

Menurut Al Quran sebelum roh manusia ditiupkan ke dalam jasmaninya, Allah telah mengajaknya mengadakan suatu perjanjian. Al Quran mengistilahkan perjanjian ini dengan " Ahdullah ".

Dalam Surat Al A' raf 172- 173 Allah berfirman yang artinya sebagai berikut:

" Dan ingatlah tatkala Tuhanmu mengeluarkan anak cucu Adam dari tulang- tulang belakang mereka, dan dia jadikan mereka saksi atas diri- diri mereka. Bukankah aku Tuhan kamu? Mereka berkata: Benar, kami menyaksikan yang demikian itu ( diadakan ) supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat: Sesungguhnya kami lalui dari ini ( tidak kenal padamu ). Atau supaya kamu tidak berkata: yang musyrik itu adalah bapak- bapak kami dari dahulu dan kami adalah anak cucu sesudah mereka. Oleh karena apakah engkau hendak membinasakan kami lantaran apa yang dikerjakan oleh orang- orang yang berbuat kesalahan. ( Surat Al A' raf 172- 173 ).

Ayat tersebut menyatakan:

1. Manusia sewaktu dalam roh sudah mengadakan suatu perjanjian dengan Allah, yaitu janji pengakuan bahwa Allah itu adalah Tuhannya.

2. Waktu itu manusia sudah menyaksikan sifat- sifat ketuhanan. Menurut Ki M. A Mahfudz, ada emapat rasa yang terdapat di dalam rohani manusia sebagai bukti bahwa dia sudah pernah menyaksikan sifat- sifat ketuhanan itu, yaitu:

a. Rasa takut, karena menyaksikan kemahakuasaan dan kemahagagahan Tuhan.

b. Rasa harap, karena menyaksikan sifat rahman dan rahimnya Tuhan.

c. Rasa indah, karena menyaksikan sifat kemahaindahan Tuhan.

d. Rasa ketuhanan ( keagamaan ), karena menyaksikan sifat ketuhanan secara keseluruhan.

3. Sebabnya Tuhan mengadakan perjanjian ini, agar nanti jika dimintai pertanggung jawaban terhadap pelaksanaan konsekwensi perjanjian tersebut tidak menjawab:

a. Kami belum kenal denganmu.

b. Yang salah itu adalah orang tua kami.

4. Pelaksanaan konsekwensi perjanjian ini akan ditanyakan Tuhan kepada manusia nanti di akhirat.

Setiap perjanjian mempunyai konsekwensi, yaitu hak dan kewajiban dari kedua belah pihak yang berjanji. Tetapi karena perjanjian itu terjadi karena perjanjian manusia dengan Tuhan, maka hak pada manusia dan kewajiban pada Tuhan diganti dengan wewenang, karena Tuhan itu berdiri sendiri tidak terikat dengan sesuatu apapun. Jika ada hak manusia pada manusia dan ada kewajiban Tuhan terhadap manusia, berarti Tuhan ada yang mengikatnya. Adapun wewenang tuhan adalah memberi manusia segala perlengkapan agar dia mampu dan bisa melaksanakan kewajibannya terhadap Tuhan dan wewenang manusia adalah menerima segala pemberian Tuhan itu. Maka pada Tuhan hanya ada hak dan pada manusia hanya ada kewajiban. Hak Tuhan adalah disembah dan kewajiban manusia adalah menyembah. Menyembah Tuhan berarti mematuhi segala perintahnya dan menghentikan segala larangannya. Jadi konsekwensi perjanjian itu adalah manusia harus mematuhi segala perintah Tuhan dan menghentikan segala larangannya. Dengan ini jelaslah bahwa status manusia adalah sebagai hamba Allah yang harus menyembahnya.

Tetapi setelah manusia lahir ke dunia ini dia telah lupa akan perjanjian tersebut, sebab manusia memang pelupa. Jangankan perjanjian yang terjadi di alam roh ini, waktu dia dilahirkan saja dia sudah lupa. Karena itu Allah mengirimkan pengingatnya, yaitu para Raul. Allah berfirman yang artinya sebagai berikut:

" Maka beri ingatlah, tugasmu adalah untuk memberi ingat itu " ( Surat Al Ghasyiyah 21 )

Kita sudah diperingatkan Rasul itu dengan perantaraan kitab suci dari Allah sendiri.

Khalifah

Perkataan " chulaa-if " ( Khalifah ) yang tersebut dalam surat Yunus 14 itu, maksudnya " Pengganti bagi Manusia yang dulunya sudah dibinasakan oleh Allah ". Ini tidak perlu kita urus, karena Allah sendiri sudah sebutkan yang demikian.

Yang perlu kita bicarakan, adalah perkataan " Khalifah " yang ada dalam Surat Al Baqarah 30. Perkataan Khalifah artinya pengganti yang tersebut dalam Surat Al Baqarah 30 itu, umumnya kita artikan sebagai berikut:

1. " Pengganti " Manusia.
2. " Pengganti " Allah, yakni wakilnya.
3. " Pengganti " Satu makhluk yang lain, dan
4. " Pengganti " Jin- jin.

Maka ibarat menetapkan salah satu dari empat macam itu, perlu kepada keterangan. Keterangan yang kita maksudkan bukan keterangan fikiran, tetapi keterangan dari agama kita, karena pokok pembicaraan ini, berasal dari agama.

Allah berfirman Surat Al Hijr 27 yang artinya sebagai berikut:

" Dan jin itu, Kami jadikan lebih dahulu dari api yang mendidih ". Surat Al Hijr 27

Ibnu Abbas berkata :

" ... Dan sesungguhnya adalah di bumi, sebelum Allah menjadikan  (Manusia ) kira- kira dua ribu tahun, jin, beberapa anak jin, lalu mereka mengadakan kerusakan di bumi dan menumpahkan darah... "

Disambung riwayat diatas Ibnu Abbas berkata:

Tatkala Allah berkata ( Kepada Malaikat ): " Sesungguhnya Aku hendak jadikan di bumi ini seorang " Khalifah " ( Pengganti ), maka mereka bertanya, " Apakah engkau mau jadikan padanya ( Makhluk ) yang berbuat bencana padanya dan yang akan menumpahkan darah ". itu maksudnya jin. ( H. R. Hakim )

Riwayat hakim ini bukan perkataan Nabi Muhammad Saw. Oleh karena hal itu urusan gaib, maka kita percaya bahwa Ibnu Abbas berkata begitu bukan semata - mata berasal dari fikirannya. Dan jika dikatakan Ibnu Abbas berkata seperti itu berasal dari dongengan - dongengan orang - orang dahulupun, kita berat akan menerimanya, karena jika hal tersebut benar, tidak patut seorang sahabat yang dekat dengan Nabi Muhammad itu berdalil dengan cerita- cerita yang bohong dan khurafat- khurafat, malah sepatutnya dia bantah juga pendapat Ibnu Mas ' ud.

Maka dari itu ayat dan riwayat Hakim itu, dapat kita tetapkan bahwa Nabi Adam itu jadi " Pengganti " bagi Jin.

Kejadian Nabi Adam.

Allah swt berfirman:
" ... ( Allah ) yang membaguskan tiap- tiap sesuatu, yang dia jadikan, dan dia " Mulai " membuat Manusia dari tanah, kemudian dia jadikan turunanya itu, daripada sari pati dari air yang hina. ( Alif Laam Miem, As Sajadah 7-8 )

Hal tersebut dengan jelas dan terang Allah katakan bahwa manusia yang mula - mula sekali dia buat daripada tanah, kemudian keturunannya baru dari air yang hina. Jadi manusia, bukan terjadi dari kera ataupun monyet.

Allah berfirman kepada iblis yang artinya sebagai berikut:

" Hai iblis, apakah yang mencegahmu bersujud kepada orang ( Adam ) yang aku buat dengan dua tangan ku ". ( Surat As Shaad 75 )

Dalam Surat Ali Imran 58 Allah berfirman yang artinya sebagai berikut:

" ... Dia jadikannya ( Adam ) dari tanah, kemudian dia berkata " Jadilah " lalu Adam pun jadi "

Dari dua ayat ini nyata Nabi Adam itu, betul- betul Allah buat dari tanah, bukan terjadi dari bakal- bakal yang sudah ada. Cara dia membuat Adam, dia berkata: " Jadilah ", lalu Nabi Adam jadi dengan tidak berevolusi yang begitu lama, sebagaimana pendapat Darwin . Lebih jelas lagi Allah swt berfirman yang artinya sebagai berikut:

" Dan ( ingatlah ) tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat. " Sesungguhnya aku hendak membuat seseorang manusia dari tanah kering, dari lumpur hitam yang serupa ". Maka apabila aku sudah sempurnakan dia dan aku tiup padanya roh ku hendaklah kamu sujud kepadanya ". Surat Al Hijr 28- 29 )

Ayat tersebut menerangkan bagaimana cara Allah menjadikan Nabi Adam, yaitu dari tanah kering dan lumpur yang hitam, sehingga menjadi serupa manusia. Sesudah itu, dia tiupkan roh dari padanya dalam tanah itu, lalu jadilah Nabi Adam.

Nabi Muhammad saw bersabda:

" Telah berbantah- bantahan Nabi Adam dengan Nabi Musa a.s , maka berkatalah Musa: Hai Adam! Engkau " Bapak " kami, engkau telah membuat kerugian bagi kami, dan engkau telah sebabkan kami keluar dari surga... ( H.S. R. Bukhari, Muslim )

Diriwatkan sewaktu Nabi Muhammad saw Mi ' raj.

" ... Maka dia dapati Nabi Adam di langit yang paling bawah, lalu jibril berkata kepadanya: Ini, Bapakmu ". ( S. R. Bukhari )

Sabda Rasullah saw:

" Akan berkumpul orang- orang Mu ' min pada hari kiamat, maka mereka akan berkata: " Alangkah baiknya jika kita minta syafaat kepada Tuhan kita ". Lalu mereka datang kepada Nabi Adam sambil berkata: Engkau Bapak sekalian Manusia. Allah jadikanmu dengan tangannya... ( H.S. R. Bukhari )

Dari ketiga hadis tersebut nyatalah bahwa Nabi Adam dijadikan Allah dan dinamakan dia " Bapak " oleh Nabi Musa, Jibril dan orang - orang Mu ' min nanti pada hari kiamat.

Di hadis yang ketiga dengan jelas dikatakan Adam " Bapak " sekalian manusia.

Ringkasnya sebagai berikut:
1. Sebelum Manusia, Allah buat jin lebih dahulu ( Menurut Al Hijr 27 )
2. Nabi Adam, Allah buat mula- mula dengan tangan sendiri dari tanah. ( Menurut As. Sajadah 7, 8; As Shaad 75; Alu Imran 58; Al Hijr 28, 29 ).
3. Nabi Adam dikatakan " Bapak bagi sekalian alam ". Menurut hadis yang ketiga, riwayat Bukhari ).

Jadi dengan tiga macam hal tersebut, dapatlah kita mengambil keputusan, bahwa Nabi Adamlah " Manusia yang Pertama " dan sebelum dia tidak ada bangsa manusia melainkan jin.

Muslim 2:410, Fathul Qadir 1:46, Al Bukhari 6:17, 8:126, 9:148, Muhammad Abduh 1:251, At Thobbari 1:153, Al Mustadrak 2:261, Al Manar 8:737, Ar Raji 1:261, Al Manar 14:307, Dairotul Ma ' Arif 4:29, Abu Dawud 2:273, Ibnu Majah 1:42 Fathul Bari 8:113.

Pendapat Dua Golongan

Golongan yang pertama, golongan ini berpendapat bahwa Nabi Adam itu bukan manusia yang pertama. Sedangkan golongan yang kedua ini menetapkan bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama yang Allah jadikan dengan kekuasaannya, bukan terjadi dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Dan sebelum Nabi Adam tidak ada makhluk yang dinamakan " Manusia ".

Golongan yang Pertama : Menurut pendapat Darwin.

Dengan tegas dan dengan beberapa alasan, Darwin menetapkan bahwa semua benda yang ada di alam ini asalnya satu, dari satu jenis.

Beribu - ribu tahun sesudah itu, dengan berangsur- angsur, dan dengan beberapa sebab serta keadaan dari luar, maka terjadilah tumbuh- tumbuhan, logam, binatang dan lain - lainya.  Binatang- binatang semua asalnya hidup berkumpul menjadi satu dan di satu tempat. Terus menerus demikian, sehingga jadi lebih banyak dan kekurangan tempat. Lantaran itu, terpaksa binatang- binatang itu bercerai - berai, mencari tempat sendiri- sendiri. Lantaran pindahan ini, mereka merasai pula bermacam- macam udara dan keadaan, sehingga terjadi beberapa macam binatang dengan bermacam- macam rupa dan kelakuan.

Ada yang jadi singa, harimau, kambing, lembu, burung dan lain - lain. Juga binatang yang biasa dinamakan " kera " timbul dari situ. Maka dengan kemajuan yang berturut- turut ( evolusi ). dari " kera " ini terjadilah satu binatang yang paling sempurna dan sopan, yaitu " Manusia ". Walhasil, manusia terjadi dari kera.

Demikianlah keringkasan pendapat Darwin. Bagi yang mau tahu lebih lanjut, kami persilahkan supaya memeriksa karangan Darwin tentang " Asal Manusia " yang berbahasa inggris namanya " The Descent of Man and Selection In Relation to See " dan bahasa belandanya " De Afotammeling Van den Mensch "

Dengan memperhatikan pendapat ( teori ) Darwin ini, nyata bahwa Nabi Adam tidak dijadikan oleh Allah dengan begitu saja, yakni sekali jadi, tetapi Nabi Adam itu terjadi dari bakal - bakal yang sudah ada di dunia ini. Oleh karena itu bukanlah dia manusia yang  " Pertama " sekali, hanya dia satu kejadian yang baru. Jadi sebelum Nabi Adam, ada lagi makhluk yang lain.

Allah berfirman yang artinya sebagai berikut:

" Dan ( ingatlah ) tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat: Sesungguhnya aku hendak jadikan di muka bumi ini seorang khalifah. Maka Malaikat bertanya " Apakah engkau mau jadikan padanya orang yang berbuat bencana padanya dan akan menumpahkan darah? " Surat Al Baqarah 30

Dalam ayat ini, ada perkataan " khalifah " artinya: " " Pengganti ". Tiap- tiap yang dinamakan " pengganti " itu, mesti ada siapa- siapa yang dia gantikan. Siapakah yang dia gantikan itu ? Tidak lain, melainkan bangsanya sendiri ( Adam ) juga, sebab waktu Tuhan berkata demikian, Malaikat bertanya " apakah engkau mau jadikan di bumi ini orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah ? " Maka dari manakah Malaikat bisa bertanya atau berkata demikian, jika sebelum Nabi Adam tidak ada contoh atau sesuatu kejadian yang membayangkan kepada Malaikat, sedangkan yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah itu biasanya Manusia. Bukankah dengan ini berarti, bahwa yang Allah maksudkan " Pengganti " ( khalifah ) itu, adalah " Pengganti manusia sebelum Nabi Adam "

Perkataan " khalifah " yang Allah ucapkan kepada Malaikat itu sesuai atau sama saja dengan firmannya, sesudah dia binasakan beberapa negeri.

" Kemudian kami jadikan kamu " khalifah " di bumi sesudah mereka itu.... " Surat Yunus 14

Perkataan " khalifah " ini juga berarti: Pengganti, yakni pengganti manusia yang dulunya Allah binasakan.

Dari keterangan tersebut, kelihatan sama pendapat Darwin dengan kemauan agama kita, yakni Nabi Adam bukan Manusia yang pertama kali.

Golongan yang Kedua : Menurut Pandangan dalam ayat Al Quran

Alasannya dari beberapa ayat Al Quran dan Hadis, dengan membantah pendapat " Teori Darwin " dan ayat " yang dibawa dalam golongan pertama "

Pendapat Darwin yang dikemukakan oleh golongan pertama itu, belum dapat diakui kebenarannya, lantaran sebagai berikut:

1. Apa yang dia terangkan itu, satu hal yang dia sendiri tidak tahu, hanya dia tetapkan dengan jalan fikiran dan khiasan saja. Sedangkan cara demikian ini, boleh jadi benar, boleh jadi salah. Alhasil pendapatnya itu bukan satu pendapat yang " yaqieniyi " ( yang yakin ), akan tetapi " dhannieyi " ( sangka- sangka ).

2. Pendapat Darwin ini, belum ijma ahli pengetahuan menerimanya, malah ada yang membantahnya.  Salah seorang dari antara pembantah- pembantah itu adalah: Sir Ambrose Flenning, seorang inggris yang ahli dalam ilmu electris. Pembantahan ini juga bukan tanpa alasan, karena menurutnya sekiranya benar Teori Darwin ini, mengapa lama kelamaan manusia bisa menjadi pandai dan mengalami kemajuan. Sedangkan kera tidak demikian, malah dapat dikatakan kera bertambah lama, bertambah bodoh ? Dan dia berkata pula " Ilmu Manusia ( Antrophologie ) tidak dapat mengakui bahwa semangat manusia dengan kera itu  " sama ". Oleh karena itu, tidak dapat kita terima manusia terjadi dari evolusi binatang " Akhirnya dia tetapkan, bahwa manusia ini dijadikan oleh satu pencipta.

3. Bukan ini saja pendapat Darwin yang di bantah atau tidak cocok tetapi masih banyak lagi. Bagi yang hendak mengetahui kesalahan- kesalahan pendapatnya, kami persilahkan memeriksa buku karangannya yang berjudul " Gemudsaan- Duningen ". Dalam judul ini, ada beberapa pendapat Darwin yang disalahkan oleh penyalinannya, yaitu Dr. H. Hartogh, padahal apa yang diterangkan oleh Darwin itu dapat diperiksa dan disaksikan, pendapatnya sudah salah, jadi tidak jauh, jika pendapatnya yang menetapkan " Manusia dari Kera " yang sama sekali tidak dapat dibuktikan itu, tidak bisa diterima benarnya oleh beberapa ahli pengetahuan.

Kejadian Manusia Pertama

Sebelum kita membicarakan soal manusia pertama ini, terlebih dahulu kita bicarakan soal kebenaran Al Quran . Sebab dengan dasar ini kita nanti dapat menemukan titik persoalan tentang manusia pertama dengan sewajarnya.

Menurut Al Quran kebenaran itu hanyalah milik Allah swt.

" Kebenaran itu apa yang dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau menjadi ( seorang ) daripada mereka yang ragu - ragu ". Surat Al Baqarah 147

Ayat yang sama dengan ini terdapat juga dalam Surat Ali Imran 60.

Begitu juga menurut logika manusia, kebenaran itu adalah tunggal. Sehingga Ilmu Logika mengatakan: Jika ada dua hal yang bertentangan, maka tidak mungkin kedua - duanya benar, tidak mungkin kedua - duanya salah, yang benar adalah salah satu diantara keduanya, tidak ada pilihan lain.

Tetapi karena keterbatasan manusia, mungkin sebelum sampai kepada kebenaran yang sempurna, tetapi sudah memperoleh kebenaran sebagian dari kebenaran yang tunggal itu. Hal ini sudah dibuktikan dalam perkembangan ilmu pengetahuan manusia. Kadang - kadang memakan waktu yang sangat lama.

Menurut Al Quran kebenaran itu ada dua macam, yaitu:
1. Kebenaran sunnatullah
2. Kebenaran Dinnullah

1. Kebenaran Sunnatullah.

Kebenaran Sunnatullah ini adalah kebenaran hukum alam. Hukum yang berlaku bagi benda- benda mati, seperti tanaman, hewan, dan manusia sebagai makhluk fasik. Allah berfirman yang artinya:

" Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan kebenaran ". ( Surat Al  Hijr 85 )

Ayat yang sama dengan itu terdapat pula dalam Surat Ar Rum 8, tetapi ayat yang menyatakan " Langit dan bumi diciptakan dengan kebenaran " tanpa memakai kata " Diantara keduanya ". cukup banyak ditemukan dalam Al Quran, diantaranya dalam Surat Al An ' Am 73, Surat Ibrahim 19, Surat Al Nahl 3, Surat Al Ankabut 44, dan Surat Al Rum 5.

Hukum ini mengatur gerak alam. Gerak alam membentuk peristiwa dalam hubungan sebab akibat. Alam fisik ini mematuhi hukum tersebut. Allah berfirman yang artinya:

" Dan kepadanyalah berserah diri apa - apa yang ada dilangit dan di bumi dengan suka dan dengan terpaksa dan kepadanyalah mereka akan dikembalikan ". ( Surat Ali Imran 83 )

" Dan kepada Allahlah bersujud apa yang ada dilangit dan dibumi, dengan suka dan dengan terpaksa dan bayangan mereka di waktu pagi dan petang ". ( Surat Ar Ra ' du 15 )

Sehingga gerakannya tetap, dan karena itu bersifat pasti. Allah berfirman yang artinya:

" Maka tidaklah akan engkau temui perubahan bagi sunnatullah dan tidaklah akan engkau temui perpalingan bagi sunnatullah ". ( Surat Fathir 43 )

Dan segala sesuatu diciptakan Allah dengan ukurannya tertentu.

" Sesungguhnya tiap- tiap sesuatu kami telah menciptakannya dengan ukuran tertentu ". ( Surat Al Qomar 49 )

" Dan tiap - tiap sesuatu di sisinya dengan ukuran tertentu ". ( Surat Ar Ra ' du 8 )

" Dan tidak ada sesuatu apapun, melainkan disisi kamilah perbendaharaan dan kami turunkan dengan ukuran yang dipastikan ". ( Surat Al Hijr 21 )

Karena itu gerakan ini mewujudkan harmoni dalam kehidupan alam.

Manusia datang meneliti dan merumuskannya dengan hukum alam, sehingga timbullah ilmu. Ilmu ini sama diseluruh dunia ( tunggal ). Dengan demikian berarti manusia telah mengakui kebenaran ini.

2. Kebenaran Dinnullah.

Kebenaran Dinnullah adalah kebenaran hukum agama Allah. Hukum ini berlaku untuk manusia sebagai makhluk rohani. Allah berfirman yang artinya:

" Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasehat atau pelajaran dari Tuhanmu dan pengobat bagi yang ada dalam dada ( rohani ) dan ( telah datang ) pimpinan serta rahmat bagi orang - orang Mu ' min ". ( Surat Yunus 57 )

Ayat ini menyatakan bahwa agama Allah itu adalah sebagai obat rohani, sebagai untuk memimpin, sebagai rahmat bagi manusia.

Karena itu hukum agama Allah mengatur gerak atau tingkah laku manusia, agar tercipta pula keharmonisan dalam kehidupan manusia. Gerak dan tingkah laku manusia berasal dari rohaninya. Maka untuk teraturnya gerak dan tingkah laku manusia, rohaninya itulah yang harus dinasihati dan dipimpin.

Jadi manusia berlaku kedua hukum itu. Sebab manusia terdiri dari jasmani ( fisik ) dan rohani. Tetapi manusia di dalam hal mematuhi hukum agama ini menggunakan akalnya., mungkin patuh dan mungkin pula ingkar atau menyeleweng. Allah berfirman yang artinya:

" Sesungguhnya kami telah menunjukannya jalan, tetapi ada pada diantaranya yang berterimakasih ( menerima ) dan ada pula yang ingkar ( menolak ) ". ( Surat Al Insan 3 )
Karena itu terjadilah ketidak harmonisan dalam kehidupan manusia.

Dalam Hal hukum agama ini, manusia belum lagi mengadakan penelitian sebagai penelitian yang telah diadakannya terhadap hukum alam. Hal ini menyebabkan:

1. Manusia belum lagi menemukan kebenarannya sebagaimana menemukan kebenaran hukum alam.
2. Manusia masih belum sama dalam penerimaanya sebagaimana sama dengan penerimaanya mereka terhadap hukum alam.

Tetapi barang siapa yang menelitinya sebagaimana dia meneliti hukum alam, pasti akan menemukan kebenerannya dan akan sama diantara semua manusia.

Sebagai contoh kita kemukakan Dr. Maurice Bucaille menghabiskan waktu, tenaga, fikiran dan biaya untuk neneliti " Bible, Al Quran, dan Modern ". Akhirnya dia nenemukan bahwa Al Quran adalah wahyu illahi yang murni, Al Quran tidak mengandung pernyataan yang dapat di kritik dari segi pandangan ilmiyah di zaman modern ini, Dalam islam agama dan sains selalu dia anggap sebagai saudara kembar. Dari semula mempelajari sains merupakan bagian dari kewajiban keagamaan.

Hal ini beliau kemukakan dalam buku beliau " La Bible, Le Qoran Et La Science ", judul buku tersebut berasal dari penelitian beliau.

Kemudian Dr. Syauki Futaki lain lagi caranya. Beliau bersama beberapa orang kawannya dari rumah sakit yang beliau pimpin, mengadakan diskusi yang continue selama tiga tahun tentang agama- agama di dunia. Akhirnya mereka sampai pula kepada kesimpulan yang dikemukakan oleh Maurice di atas. Lalu mereka memeluk islam, kemudian mengembangkannya sedemikian rupa, sehingga dalam masa kurang lebih 7 tahun saja mereka telah dapat mengislamkan kurang lebih 140. 000 rakyat jepang.

Dari uraian- uraian diatas, jelaslah bagi kita bahwa kebeneran itu tunggal, yaitu dari tuhan, dan memiliki dua macam hukum, yaitu hukum alam dan hukum agama. Tetapi antara keduanya selalu bersesuaian. Jika terjadi atau terdapat perbedaan, hal ini mungkin karena Ilmunya belum benar, atau pemahaman ayatnya belum benar. Kini tibalah saatnya untuk membicarakan manusia pertama itu. Yang jelas pada saat ini antara ilmu dan Al Quran tentang manusia pertama ini belum lagi ada kesesuaian. Bahkan Yusub Suib ( Seorang ulama dan ahli sejarah ) dari medan, berdasarkan:
1. Pengertian kata " khilafah " dalam Surat Al Baqarah ayat 30 yang artinya:

" Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat: Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang Khilafah di bumi ".

2. Analisa Ilmiyah tentang kapan munculnya manusia dibumi ini.
Menyatakan: bahwa Adam yang tersebut dalam sambungan ayat Al Baqarah 30 ini, yaitu ayat Al Baqarah 31, bukanlah manusia pertama. Tetapi tulisan beliau tentang hal ini yang dimuat dalam majalah " Harmoni " tahun 1979 yang lalu, mendapatkan tanggapan yang amat luas, bahkan ada yang datang dari mesir, yaitu dari seorang putra indonesia yang sedang belajar disana.

Disini kita tidak akan membicarakannya secara meluas, artinya dengan mengemukakan semua pendapat ahli ilmu tentang hal ini, kemudian juga pendapat Al Quran dalam pandangan berbagai kalangan ulama, tetapi akan membatasi diri mengutip uraian A. Hassan Bangil dalam buku " Soal Jawab " nya jilid 3 hal. 1302- 1309, sebagai berikut:
Soal : Benarkah Nabi Adam manusia pertama ?

Jawab :

Tentang Nabi Adam ini, ada dua macam pendapat orang yang berkata Nabi Adam " bukan manusia pertama ". Dan ada pula yang menetapkan, Nabi Adam itulah " Manusia yang mula- mula sekali ". Dua golongan ini bukan tanpa alasan.

Alasan dari dua golongan tersebut yang pertama dari teori Darwin, dan yang kedua dari beberapa ayat Al Quran ( pada pandangannya ).

Tentang Adanya Roh

Pengakuan ahli ilmu tentang adanya roh pada manusia.

Zainal Arifin Abbas mengatakan: " Soal percaya kepada Tuhan atau tidak, berputar - putar antara percaya kepada akhirat atau tidak. Dan soal ini berpokok kepada: Apa pokok acara jika akhirat itu ada. Maka jelas, bahwa yang dituju adalah roh. Jika kepercayaan tentang roh tidak ada, tidak perlu percaya pada akhirat, dan akhirnya tidak perlu percaya terhadap Tuhan. " ( Perkembangan Fikiran Terhadap Agama, hal. 99 )

Dengan demikian kepercayaan atau pengakuan terhadap adanya roh adalah merupakan pokok persoalan untuk beragama atau ber- Tuhan tidaknya seseorang. Karena itu persoalan roh ini menjadi amat pentingnya.

Orang - orang beragama sepanjang sejarah mempercayai adanya roh, dan akhirat dan ini menetapkan adanya Tuhan. Tetapi orang - orang yang telah materialisme tidak percaya adanya roh, karena itu tidak percaya akan adanya akhirat  dan tidak percaya kepada adanya Tuhan. Karena itu persoalannya menjadi amat sulit. Kesulitan ini menjadi bertambah, seperti telah dikatakan di atas, Tuhan merahasiakan soal roh ini kepada manusia.

Berdasar itu, disini kita mengambil jalan memintas saja, yaitu pengakuan para ahli ilmu terhadap adanya roh ini.

Socrates di dalam bukunya " Phedon " ia telah menetapkan adanya roh dan kekalnya.

Plato, menurut pendapatnya: roh itu hidup dan tidak menerima fana, terkurung di dalam penjara yang akan binasa, yang dinamakan tubuh.

Descartes ( 1500 M ), Filosof Perancis, bapak Rasionalisme ini mengatakan: Oleh karena roh itu lain daripada  tubuh, maka tidaklah dapat digambarkan bahwa roh itu akan mengikuti keadaan dan nasib tubuh. Tubuh boleh binasa, tetapi roh tetap kekal. Hanya ia membuang roh yang berperasaan, tinggallah roh yang berfikir saja. Roh itu merupakan suatu jauhar ( Substansi ) yang tidak dapat dibagi - bagi dan tidak mau terpecah - pecah, berlainan dengan tubuh, yang jauharnya dapat dibagi - bagi dan dipisah - pisahkan serta mau berubah menurut tabiatnya sendiri.

Leibniz ( 1716 ) mengatakan: Roh dan jasad itu berbeda satu dari yang lain. Pengaruh salah satu keduannya tidaklah dari pada bekas pekerjaan yang lain. Tetapi tuhan telah menjadikan roh dan tubuh dalam bentuk yang satu. Sehingga gerak yang terjadi pada salah satu keduannya terdapat gerak yang seperti itu pada yang lain. Bandingkan dua arloji yang di kunci  dan pada waktu yang bersamaan keduaanya akan cocok dalam segala gerak dan diamnya. Walaupun alat keduanya berlainan tidak ada perhubungan keduanya satu dengan yang lain.

Pascal ( Filosof Prancis 1669 ) mengatakan: Jalan mempersatukan tubuh dan roh bukanlah pekerjaan, yang mungkin mengetahuinya. Karena manusia itu adalah makhluk yang paling ajaib. Dia sendiri belum sanggup mengetahui apa tubuh itu, dan belum pula dapat mengetahui apa roh itu. Maka siapa pula yang sanggup mengetahui jalan memperhubungkan salah satu di antara keduaanya dengan yang lain.

Camile Flamerbone ( Ahli Astronomi Perancis ) mengatakan: Roh itu ada, sebagai suatu ujud yang berotonom sendiri, tidak dikuasai oleh tubuh kasar (jasmani). Roh itu mempunyai kekuasaan- kekuasaan yang tertentu sendiri, yang sampai sekarang belum diketahui oleh ilmu pengetahuan.

( Pendapat- pendapat ini dikutip dari " Perkembangan Fikiran Terhadap Agama )

Prof H.W Mayers ( Mahaguru Phsycology di Universitas Cambridge - Inggris ), pendiri organisasi " Persatuan Pembahasan Roh " yang didirikannya di London Tahun 1882, mengatakan: ... adanya roh adalah suatu kenyataan yang tidak dapat diingkari lagi, sehingga bukti untuk tidak mempercayainya sudah lenyap sama sekali (Aqidah Islamiyah, hal. 371 ).

Beliau mendirikan organisasi " Persatuan Pembahasan Roh " itu adalah sebagai reaksi terhadap faham materialisme ( yang anti roh, akhirat dan Tuhan ) yang masih merajalela waktu itu di barat dan sebagai usaha untuk menanggulaingi akibat - akibat yang telah ditimbulkan oleh faham materialisme itu. Beliau berkeyakinan bahwa apabila roh telah dapat ditetapkan adanya secara ilmiyah, manusia akan dapat diajak kembali untuk memperhatikan soal - soal roh itu. Dengan demikian manusia akan dapat diajak untuk memperbaiki keadaanya kembali dengan memperbaiki keadaan rohnya.

Secara Ilmu Jiwa telah ditetapkan bahwa tindakan manusia berasal dan dikembalikan oleh jiwanya. Orang materialisme berpendapat bahwa jiwa adalah aktivitas tubuh. Jadi tindakan manusia berasal dan di kembalikan oleh tubuhnya sendiri. Tetapi bila telah diakui roh mempunyai jauhar sendiri, berbeda dari jauhar tubuh, akan lain pandangan manusia terhadap tindakannya, yaitu seperti kata ahli jiwa tadi, rohnya yang menentukan.

Karena itu untuk memperbaiki tindakan manusia, harus melalui perbaikan terhadap rohnya. Orang - orang agama mengatakan, perbaikan roh hanya bisa dilakukan dengan agama. Akhirnya kata orang - orang ahli Ilmu Jiwa juga demikian, sperti dikatakan Huizinga , Lord Montegomery dan lain - lain yang telah kita uraikan di atas.

Dr. A. Saboe dalam bukunya " Aku di Dunia dan Akhirat " mengutip dari buku " Alam Fikiran " karangan Dr. Suriyana Suriyadipura sebagai berikut: Sesudah tubuh manusia menemui kematiannya, maka jiwa manusia itu dapat dipanggil kembali dengan perantaraan seorang medium, sesuai dengan sifatnya ( materi ), bahkan ia dapat dilihat dengan mata biasa dan dapat digambar atau di potret, sebagaimana telah dilakukan oleh seorang dari Jepang bernama Juchiro Kobayashi dengan kamera 35 mm f/2, merk: Lord 5 D tahun 1967.

Tentang pemanggilan roh lewat medium ini, di negeri  barat sudah umum dan sudah banyak buku yang di terbitkan untuk menguraikan hal itu, diantaranya " Personality of Man " karangan G.N.M Tyrrel. Dalam buku ini banyak diuraikan penomena- penomena tersebut secara ilmiah. Demikian Dr. A. Saboe dalam bukunya tersebut diatas. ( hal. 19 )

Prof. M. Farid Wajdi dalam bukunya " Dairatul Maarif " telah membicarakan pula hal pemanggilan roh ini dengan panjang lebar. Bahkan beliau mengatakan ada 40.000.000 orang pengikutnya diberbagai negara, terutama di negara - negara barat dan amerika.

Z.A Abbas telah mengutip uraian M. Farid Wajdi ini dalam bukunya " Perkembangan Fikiran Terhadap Agama " dengan berpuluh - puluh halaman . Demikian juga sayyid Sabiq dalam bukunya : " Aqidah Islamiyah " dengan beberapa lembar.

Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan Isra' Mi' raj beliau telah bertemu, berbicara dan sholat bersama dengan roh para Nabi dan Rasul yang telah terdahulu dari beliau. Bahkan Nabi Muhammad saw. pernah berbicara dengan para roh dari sahabat - sahabat beliau di pekuburan " Baki ". ( Perkembangan Fikiran Terhadap Agama, hal. 101 ).

Sekarang ini persoalan roh itu sudah diakui dengan pasti adanya. Bahkan telah dikembangkan menjadi suatu Ilmu Kedokteran yang disebut dengan " Phsychosomatik " yaitu bagian penyakit- penyakit jasmani yang disebakan oleh hal - hal kerohanian bukan oleh bakteri  ( materi ) karena itu pengobatannya harus secara kerohanian pula. Menurut pengalaman hanya bisa disembuhkan secara itu, seperti pengalaman dari Dr. Zakiah Daradjat yang diuraikannya dalam bukunya Ilmu Jiwa Agama. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan dengan pil atau suntikan walaupun beberapa banyaknya. Dokternya disebut dengan " Psychiater "

Prof. Dr. Aulia dan Dr. Suriyana Suriyadipura telah menulis banyak kasus tentang hal ini. Bahkan K.H. S. S Jam' an, Asisten Prof. Dr. Aulia di " Poliklinik Psychosomatik " Rumah sakit umum " Cipto Mangunkusumo " di jakarta, telah mengumpulkan kasus - kasus pengalamannya dalam pengobatan secara ini dengan ajaran Agama Islam  dalam bukunya yang bernama " Islam dan Psychosomatik ".

Psychosomatik satu kata yang terdiri  atau digabung dari dua kata, yaitu : Psycho (=Jiwa ) dan soma (= Tubuh ), yang diartikan dengan penyakit - penyakit tubuh yang disembuhkan secara kejiwaan.

Dengan demikian manusia memang punya roh. Kebenarannya dinyatakan oleh Allah Penciptanya dan telah dibuktikan secara ilmiah.

Asal Jasmani Tanah

Pernah para ahli ilmu pengetahuan di barat, menyatakan permusuhan dan perang terhadap agama. Pada mulanya hanya terhadap agama kristen, tetapi kemudian berkembang menjadi terhadap semua agama.

Sayyid Qutb mengatakan :

" Pemuka ilmu pengetahuan ini membenci para pemuka gereja, membenci segala yang berhubungan dengan mereka, yang berupa kepercayaan, peradaban, ilmu pengetahuan, akhlak, budi pekerti dan lain - lain. Mulanya mereka memusuhi agama kristen, lalu mereka memusuhi semua agama. Lalu timbullah peperangan antara pemuka- pemuka ilmu pengetahuan dan pemimpin - pemimpin agama kristen - atau lebih tepat agama polisionil - dan belakangan - dan belakangan menjadi peperangan antara ilmu pengetahuan dan agama secara khusus. Para pemberontak itu memutuskan bahwa agama dan ilmu pengetahuan adalah dua hal yang tidak dapat diperdamaikan. Otak dan sistem keagamaan adalah dua hal yang tidak dapat dikumpulkan. Siapa yang menerima salah satunya berarti menolak yang lainnya. Siapa yang percaya kepada yang satunya berarti tidak percaya kepada yang lainnya ". ( Islam dan Masa Depan, hal. 65 )

Karl Marx mengatakan : " Agama adalah candu yang merusak rakyat "

Drs. Nasruddin Razak menambahkan : " Dan sesungguhnya dewasa ini hal konfrontasi tersebut masih ada kita dapati, yaitu hal pertentangan dan perlawanan antara ilmu dan agama. " ( Dienul Islam, hal 29 )

Adapun sebabnya maka terjadi hal yang demikian, menurut Sayyid Qutb ialah karena kekejaman - kekajaman pemuka gereja terhadap para ahli ilmu pengetahuan dalam bentuk pengekangan terhadap fikiran  mereka dan pembunuhan terhadap mereka dengan cara yang sangat kejam, yaitu dibakar hidup - hidup seperti yang di alami Bruno.
Menurut Nasruddin Razak, disebabkan atas dasar doktrin agama yang bersangkutan sendiri atau  di lain pihak adalah karena kekeliruan orang dalam memahami agama.

Kekeliruan seseorang dalam memahami agama ini terutama berlaku untuk agama islam. Karena pemuka - pemuka agama di barat telah memberikan informasi yang sangat menyesatkan tentang islam kepada rakyatnya, dengan sadar semata - mata karena kebencian mereka terhadap agama islam. Dengarkanlah apa yang dikatakan oleh pemuka - pemuka agama di barat itu terhadap islam.

Raymundus Lullus ( mati 1326 ): " Islam is false and must die " ( Islam adalah palsu dan harus mati ).

Ricoldo de Monte di Grace ( 1350 M ): Islam adalah agama untuk babi.

Joannis Damascundi ( 749 M ): Islam adalah agama berhala.

Nicotas Byzantius ( 880 M ): Al Quran adalah buku yang penuh dengan dongeng dan kebohongan.

Martin Luther ( 1483 - 1546 M ), tokoh pendiri agama protestan ( tokoh reformasi ) yang mengatakan di dalam bukunya " Varlegung Alcoran Brudel Ricaldi " : Muhammad adalah kepala perampok, pemuas hawa nafsu, penakut tak berhasil, penderita penyakit ayan, mempunyai sifat - sifat setan. Tentang Al Quran dikatakannya: Dan yang dikandung Al Quran dan diyakini kaum sorocen ( muslimin ) adalah bahwa kurnia yang tertinggi terletak pada hawa nafsu dan kelahapan ( Menaklukan Dunia Islam, hal. 16, 32 - 34 ). Karena itu penilaian mereka terhadap islam sangat negatif sekali.

Sikap yang negatif terhadap agama ini, telah menyebabkan manusia tenggelam ke dalam faham materialisme yang ekstrim, dan membawa akibat - akibat yang amat menyedihkan bagi kemanusiaan.

Jose Ortega Y. Gessie ( filosof spanyol ) mengatakan: "Dunia eropa tiada lagi mempunyai adab ( moral ). Sir Herbert Samuel ( filosof inggris ) mengatakan: Waktu ini, zaman kita ini adalah zaman kacau balau. Oswald Spranger ( filosof jerman ) mengatakan: Kebudayaan barat adalah kebudayaan yang sedang tenggelam atau hendak tenggelam. ( rintisan filsafat, hal. 109 - 110 ).

Lewis Mumfrod ( inggris ) mengatakan: Dihadapan mata kita terpampang kebudayaan kita yang busuk.

Setelah menyadari bahkan kerusakan yang di timbulkan oleh sebab manusia telah meninggalkan agama itu., mereka berusaha untuk mencari obatnya. Akhirnya sampai pula kepada kesimpulan bahwa manusia perlu beragama. Huizinga ( filosof belanda ) mengatakan: Obat buat " penyakit " barat adalah agama.

Lord Montegomary ketika memberi nasehat kepada bangsanya dalam bukunya " Road to Commad " mengatakan : Hai bangsaku inggris, jika kamu masih berkeinginan hendak menguasai dunia seperti dahulu, pelajarilah hakekat agamamu, kemudian amalkan dengan baik.

Di zaman modern ini orang barat disamping penyelidikan - penyelidikannya yang tekun dalam bidang ilmu, mereka tidak melupakan penyelidikan dalam bidang keagamaan. Dibawah ini adalah hasil penyelidikan atau pengakuan para ahli ilmu tentang manusia berasal dari tanah yang di lakukan oleh Dr. J.L.C. Wortman dalam bukunya " De Natuurgenezing en de Genees kunst " Yang lebih mengherankan lagi daripada terdapatnya benda - benda kolloidal di dalam dunia an organis ialah penemuan dalam minyak tanah sesuatu hormon kelamin, yang terdapat dalam jumlah besar. Hormon ini juga terdapat dalam air kemih ( kencing ) wanita - wanita hamil. Benda hormon ini, yang erat hubungannya dengan pembiakan dan karenanya dengan kehidupan , selama waktu yang tidak terbilang, tidak pernah berubah, dan tidak pernah pula binasa. Penemuan dari hormon kelamin, sebagai hasil dari lapisan tanah yang dalam membuka aspek dan titik - titik pandangan baru terhadap kejadian atau pertumbuhan kehidupan, hal mana telah membuka sedikit tabir, yang hingga kini menyelubungi rahasia asal mula dan hakekat kehidupan. "

" Kita benar - benar berasal dari lumpur tanah ", demikian kata Prof. Dr. Carrel . Hal mana telah ditegaskan pula oleh Lesage dalam majalah kedokterannya ( Hikmah Kesehatan dalam Sholat, hal. 13- 14 )

Bisa jadi para ahli ilmu telah mengakui pula, bahwa manusia berasal dari tanah, seperti yang dikatakan oleh Al Quran.

Terjadinya Manusia Keturunan

Adapun tentang kejadian manusia keturunan manusia pertama Allah menjelaskan di dalam Al Quran sebagai berikut :

1. Allah menjadikan keturunan manusia ini dari air mani. Allah berfirman dalam Al Quran Surat As Sajadah yang artinya ( " Kemudian Ia dijadikan keturunannya dari air mani dan dari sebagian air yang mencucur." S As Sajadah )

Surat Al Mu ' min 67 Allah berfirman yang artinya " Dialah yang menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari air mani "

2. Tentang air mani, Al Quran menjelaskan bahwa Ia dari mani yang memancar dan bercampur dari pihak laki - laki.

Allah berfirman dalam Surat Qiyamah 37 yang artinya " Bukankah (asalnya) Ia setitik dari mani yang di pancarkan "

Dan Allah juga berfirman dalam Surat Al Insan 2 yang artinya " Kami menjadikannya dari air mani yang bercampur "

Rifyal ka ' bah mengatakan : Sperma ( air mani ) adalah zat cair yang keluar dari bermacam sumber atau kelenjar.

a. Listesticules ( testicles, biji laki - laki ) yaitu organ sex laki laki yang mengeluarkan spermatozoa yang berbentuk bundar telur dan mempunyai ekor panjang, hidup dalam benda cair.

b. Les vicicules seminal ( seminal vesicle, kantong sperma ) yang terletak dekat dengan prostate yang mengeluarkan zat cair khusus , tetapi bukan mengandung unsur kesuburan.

c. La prostate yang mengeluarkan zat cair tertentu : memberi ciri bau khusus kepada sperma.

d. Kelenjar - kelenjar yang melekat pada saluran air kencing yaitu kelenjar " Cooper " atau " Mery " yang mengeluarkan zat cair yang encer dan kelenjar  " Littre " yang menghasilkan muncus ( lendir )

Inilah unsur " Campuran " (amsyaj) yang dikatakan oleh Al Quran. Al Quran bahkan lebih jauh mengatakan bahwa sperma yang subur adalah bagian dari "air" yang mencucur itu.

Dalam surat As Sajadah 8 yang artinya " Kemudian dia menjadikan keturunannya dari air mani dari bagian air yang mencucur " ( S. As Sajadah 8 )

Kata " Sulalah "dalam ayat di atas dalam bahasa Arab berarti " Sesuatu yang di keluarkan " atau " yang keluar dari yang lain " atau " satu bagian dari yang terbaik ". Bagaimanapun cara penafsirannya sudah pasti yang di maksud adalah " satu bagian dari kesuburan "

Penyebab sel telur yang mendatangkan kehamilan adalah sel - sel yang sangat kecil sekali, yang panjangnya kira - kira 1,1000 mm. Dari jutaan sel - sel yang keluar dari pria yang normal hanya satu saja yang akan jadi. Sel - sel yang tak berhasil menerobos dari jalan mulut vagina melalui terowongan menuju ke rahim tinggal di perjalanan dan punah. Hanya satu sel saja dari zat cair yang sangat complicated ini yang kemudian bisa menjadi anak manusia. Bagaimana kita tak akan takjub menyaksikan begitu cocoknya pengetahuan modern dengan uraian Al Quran ( Panji Masyarakat nomet 252, 1 Agustus 1978, hal. 35 s.d. 36 ).

Dengan demikian jelaslah bahwa air mani itu dari pihak laki - laki, dan mengandung kesuburan, sehingga menjadi anak manusia.

3. Kemudian Al Quran menjelaskan, bahwa sel yang akan jadi manusia itu di simpan dalam suatu tempat ( qarar ). Tempat ini sudah barang tentu di sekitar daerah kandungan ibu. Allah berfirman dalam Surat Al Mu ' minun 13 yang artinya.

" Kemudian kami menciptakannya dari sperma yang sampai kesuatu tempat yang aman ".
Ditambahkannya suatu kata sifat " aman " (makin ) setelah kata benda tempat ( qarar ) menunjukan bahwa tempat itu adalah tempat yang stabil dan serasi. Yang di sebut qarar ini sudah barang tentu tempat dimana anak manusia bisa berkembang , yaitu kandungan ( Rifyal ka ' bah ). Karena itu anak manusia dapat berkembang disana dengan baik dan sempurna, samapai nanti lahir ke alam dunia.

4. Al Quran menjelaskan pula bahwa Allah menjadikan manusia sejodoh, laki - laki dan perempuan. Allah berfirman yang artinya :
" Dan sesungguhnya Ia telah menjadikan sejodoh, laki - laki dan perempuan ". ( Surat An Najm 45 )

Sejodoh ini merupakan jalan bagi kelangsungan hidup yang di kehendaki Allah kelangsungannya di atas bumi ini dengan jalan keturunan. ( Kisah Mencari Tuhan II, hal. 137 ). Untuk itu berlakulah Sunnatullah satu memancarkan mani, yang lain menyimpannya agar dapat dikembangkan menjadi manusia. Selanjutnya Al Quran menjelaskan bahwa proses perkembangan anak manusia dalam rahim ibunya itu berlangsung secara bertahap. Allah berfirman yang artinya :

" Dan sesungguhnya Ia telah menjadikan kamu secara bertahap ". ( Surat An Nuh 14 )

Tahapannya di jelaskan sebagai berikut :

" Dan sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dengan air yang tersaring dari tanah. Kemudian kami jadikan dia setitik mani di tempat yang aman. Kemudian kami jadikan mani itu itu sekepal darah, lantas darah itu kami jadikan sekerat daging, lantas daging itu kami jadikan tulang, lalu tulang - tulang itu kami balut dengan daging, kemudian kami jadikan dia satu kejadian yang lain ( sifatnya ), maka Maha Suci Allah, sebaik - baiknya Pencipta. ( S. Al Mu ' minun 12 - 14 )

Ayat ini menjelaskan tahapan tersebut sebagai berikut :

a. Air mani pada hakekatnya tersaring dari zat - zat yang berasal dari tanah. Tumbuh - tumbuhan untuk kehidupannya mengambil makanan dari zat - zat yang ada di dalam tanah. Tumbuh - tumbuhan ini mungkin dimakan oleh hewan atau manusia. Sari - sari makanan manusia yang berasal dari tumbuh - tumbuhan dan hewan itu oleh tubuhnya diproses sedemikian rupa untuk kehidupannya. sebagian dari padanya menjadi mani tadi. Dengan demikian mani juga berasal dari tanah. Karena itu kalau kita manusia keturunan ini, dikatakan dari tanah pula adalah benar juga.
b. Air mani itu di pancarkan oleh pihak laki - laki kedalam rahim wanita, lantas disana bertemu dengan benih atau telur dari wanita, lalu mereka membiak.
c. Setelah pembiakan ini terjadi, lalu di tempatkan di suatu tempat yang aman, agar dapat berkembang dengan baik dan sempurna.
d. Perkembangan ini berlaku dari mani jadi sekepal darah, darah ini jadi sekerat daging, daging ini di jadikan tulang, tulang - tulang ini lalu di balut dengan daging lagi, sesudah itu lalu terbentuklah makhluk yang lain sifatnya dari yang telah diproses tadi, yaitu manusia.

5. Al Quran tidak lupa pula menjelaskan, bahwa nanti setelah sampai waktunya, manusia yang dalam rahim itu akan lahir sebagai bayi, setelah itu akan mengalami kehidupan dengan bermacam - macam peristiwa dan persoalannya. Tetapi ada yang mati waktu kecil, setelah dewasa dan setelah berusia lanjut. Ada yang kaya ada yang miskin, ada yang senang ada yang sengsara, ada yang mu ' min ada yang kafir, dan seterusnya. Allah berfirman yang artinya :

" Hai sekalian manusia, jika kamu dalam keraguan tentang hari berbangkit, maka ( fikirkanlah ) bahwa sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setitik mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari sekerat daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna kejadiannya ( anak yang gugur ), karena kami hendak menerangkan kepada kamu ( kekuasaan kami ) dan kami tempatkan di dalam rahim apa yang kami kehendaki, hingga satu masa yang tertentu, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian ( kami pelihara ) kamu sampai tegap teguh dan ( sesudah itu ) sebagian dari kamu mati dan sebagian dari kamu di kembalikan kepada serendah - rendahnya umur ( tua bangka ) supaya ia tidak tahu apa - apa lagi sesudah tahu ( pikun ) dan kamu melihat bumi itu kering, tetapi apabila kami turunkan air di atasnya, maka segar dan mekarlah ia, dan ia tumbuhkan tiap - tiap macam yang cantik. ( S. Al Haj 5 )

( " Maka sebagian dari mereka ada yang beriman dan sebagian lagi kafir " S. Al Baqarah 253 )

( " ... Kami telah membahagiakan di antara mereka penghidupan mereka di dunia ini dan kami telah meninggikan sebagian dari mereka beberapa derajat daripada yang lain, supaya sebagian mereka dapat menggunakan yang lain ... " S. Az Zukhruf 32 )

6. Adapun tentang peniupan roh, Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya :

" Sesungguhnya seseorang dari kamu semua itu dikumpul kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari sebagai mani dan 40 hari sebagai darah dan 40 hari sebagai daging, kemudian Allah mengutus seorang Malaikat, maka ia pun meniupkan roh ke dalam tubuhnya. Dan Malaikat ini di perintah mencatat 4 kalimat, yaitu mengenai rezeki orang itu, ajalnya, amal perbuatannya dan celaka atau bahagianya. ( H.R Muslim ).
Hadis ini menjelaskan :
a. Setelah janin berproses kejadiannya selama 120 hari ( 4 bulan ) dalam rahim seorang ibu, barulah ditiupkan kepadanya roh oleh Malaikat atas perintah Tuhan.
b. Setelah roh ditiupkan kepadanya, di tiupkan pulalah untuknya 4 hal, yaitu tentang rezeki, ajal, amal, dan celaka atau bahagia.

Jadi roh ditiupkan ke dalam janin itu setelah kejadiannya sempurma berbentuk manusia. Sekarang ini sudah dapat kita saksikan pada pameran - pameran ilmu ke dokteran, bahwa janin yang berusia 4 bulan itu telah menjadi manusia yang sempurna organ - organnya.

Demikian Al Quran dan Al Hadis telah menjelaskan tentang proses kejadian manusia keturunan ini, dengan amat mengagumkan dan cocok dengan ilmu kedokteran.

Dari uraian tentang proses kejadian manusia di atas, baik yang mengenai manusia pertama maupun manusia keturunan manusia pertama, dapat di simpulkan sebagai berikut :

1. Bahwa manusia terdiri dari 2 unsur, yaitu jasmani dan rohani.
2. Jasmani manusia pertama langsung dijadikan oleh Allah dari tanah. Sedangkan jasmani manusia keturunan manusia pertama dari mani, dengan pelantara dari kedua orang tuanya. Akan tetapi asal mani itu pada hakekatnya berasal dari tanah juga.

3. Rohani manusia pertama di tiupkan ke dalam tubuhnya oleh Allah sendiri, sedangkan rohani manusia keturunannya ditiupkan oleh Malaikat atas perintah Allah.

4. Baik Rohani manusia pertama maupun manusia keturunannya ditiupkan kedalam tubuhnya, setelah tubuh itu sempurna.

5. Uraian yang di kemukakan oleh Al Quran tentang kejadian manusia ini, cocok benar dengan penemuan baru dalam ilmu modern pada saat ini. Karena itu Al Quran adalah kebenaran dari Allah swt.

Manusia Pertama

Al Quran menjelaskan sebagai berikut :

1. Permulaanya dijadikan Allah seorang manusia, sesudah itu baru dijadikan Allah pula isterinya dari bahan yang sama. Dari kedua inilah dikembang - biakan Allah keturunannya yang amat banyak ini.

" Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhanmu, yang menjadikan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menjadikan isterinya, dan dari padanya Allah memperkembang - biakan laki - laki dan perempuan yang banyak . . . ( S. An Nisa ' 1)"

2. Yang mula - mula dijadikan Allah dari manusia itu ialah jasadnya yang dijadikan- Nya daripada tanah.

Allah berfirman dalam Surat As Sajadah Ayat 7 yang artinya sebagai berikut :

"Yang telah menjadikan segala sesuatu dengan sebaik - baiknya, dan yang memulai menjadikan manusia dari tanah. ( S. Sajadah '7)"

Dalam Surat Al Hijr Ayat 28 Allah berfirman yang artinya :

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: Sesungguhnya aku akan menjadikan seorang manusia (jasmaninya) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (S. Al Hijr '28)"

3. Setelah kejadian jasad ini sempurna barulah di tiupkan Allah kedalamnya roh daripadanya (bikinannya). Allah berfirman dalam Surat As Sajadah Ayat 9 yang artinya sebagai berikut :

"Kemudian Ia sempurnakan (kejadiannya) dan Ia tiupkan padanya sebagian dari roh (bikinan) Nya. (Surat As Sajadah '9)

Dan dalam Surat Al Hijr Ayat 29 Allah berfirman yang artinya sebagai berikut :

"Maka apabila telah aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan padanya roh dari (bikinan) Ku, hendaklah kamu (malaikat) tunduk, sujud (menghormat) kepadanya. (Surat Al Hijr '29)"

Dan dalam sebuah hadis Qudsi Allah swt berfirman yang artinya sebagai berikut :

"Tatkala ditiupkan roh kedalam jasad Adam, bergerak dan terbanglah roh itu kepada Adam, sehingga ia bersin dan mengucapkan "Segala puji bagi Allah seru sekalian alam", lalu Allah menjawab, " Allah memberi rahmat kepadamu". (R. Ibnu Hibban, Al Hakim dan Addha'). (272 Hadis Qudsi, hal. 159).

Jelaslah bahwa roh ditiupkan ke dalam jasmani setelah jasmani itu sempurna kejadiannya. Tetapi dari apakah roh itu dijadikannya. bahkan di rahasiakannya.

Allah berfirman dalam Surat Al Isra Ayat 85 yang artinya sebagai berikut :

"Dan mereka akan bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah roh itu urusan Tuhanku, dan kamu tidaklah diberi ilmu melainkan sedikit sekali". (Surat Al Isra '85)

Karena itu manusia tidak akan dapat mengetahui sifat, keadaan dan unsur pokok roh itu untuk selama - lamanya. Yang dapat diketahui manusia dari roh itu ialah bahwa dengan rohnya itulah maka manusia dapat menemukan, mengingat, berfikir, mengetahui, berkehendak, memilih, mencintai, membenci dan lain - lain. ( Akidah Islamiyah, hal 366).

Kata para ahli ilmu jiwa yang dapet diketahui oleh manusia tentang rohnya hanyalah gejala - gejalanya saja. Atas dasar itulah disusun ilmu jiwa. Jadi ilmu jiwa bukanlah ilmu tentang hakekat roh, tetapi hanya tentang gajala - gejalanya saja.

Terjadinya Manusia

Al Quran telah menguraikan tentang kejadian manusia ini dengan jelas sekali. Hanya saja ayat - ayatnya tersebar di dalam beberapa surat. Karena itu menghendaki ketekunan untuk mencari dan menyusunnya, sehingga kelihatan kejelasan uraiannya itu.

Rupanya hal itu telah dijadikan Al Quran sebagai salah satu metodenya untuk menguraikan atau menjelaskan sesuatu masalah. Banyak sekali kita temukan dalam Al Quran masalah - masalah yang di uraikan secara seperti ini, umpama : masalah pelarangan minum khamar.

Metode ini telah membuat kesulitan tertentu, tetapi di dalamnya terkandung suatu hikmat yang amat besar, yaitu segala sesuatu itu hendaklah dilakukan manusia dengan tekun.

Allah berfirman  di dalam Surat Al Ankabut Ayat 69 yang artinya :

"Dan orang - orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar - benar akan kami tunjukan pada mereka jalan - jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar benar beserta orang - orang yang berbuat baik" (S. Al Ankabut Ayat 69)

Rifyal ka 'bah mengatakan : Al Quran telah mengatakan tentang proses kejadian manusia secara ilmiah dan terperinci. Al Quran menguraikannya dengan ungkapan yang simple dan mudah di pahami serta dalam waktu yang sama juga cocok dengan penemuan baru.

Al Quran menguraikan tentang kejadian manusia dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tentang kejadian manusia pertama. Dan tahap kedua tentang kejadian manusia keturunan dari manusia pertama tadi.