Showing posts with label Bacaan Ringan. Show all posts
Showing posts with label Bacaan Ringan. Show all posts

Wednesday, 14 December 2016

Wisata Alam Di Kalibiru

Tempat Wisata Alam Kalibiru Kulonprogo — Ayo Kita Rekrasi kali ini ingin memberikan rekomendasi tujuan wisata yang sangat menarik untuk di kunjungi baik untuk berfoto atau menikmati pemandangan alam di kawasan hutan lindung. Berada di ketinggian 450 mdpl di Perbukitan Menoreh daerah Hargowilis, kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo menjadikan lokasi kalibiru memiliki view yang indah dengan hamparan perbukitan dan di tambah lagi adanya bendungan sermo. Untuk menuju lokasi bisa ditempuh melalui dua rute yaitu sermo dan clereng, dan dari masing-masing rute jalan sudah beraspal baik yang bisa dilalui kendaraan roda empat non bus dan sepeda motor. Sangat perlu diperhatikan bagi para pengguna kendaraan apabila ingin melalui jalur tersebut untuk memeriksa kelayakan kendaraannya, karena jalanan yang akan dilalui banyak tanjakan curam dan tikungan tajam.
http://ayokitarekreasi.blogspot.com
WISATA ALAM KALIBIRU


PROMO PASANG IKLAN TEKS

  Pasang Iklan Dengan Murah
  Promosikan bisnis anda disini dengan harga murah
     http://fellyandmaria.blogspot.com

    Pasang Iklan Teks Murah Disini
  Tingkatkan bisnis Anda dengan mempromosikannya anda disini
    http://fellyandmaria.blogspot.com

Pasang Iklan Anda Disini
  Pasang iklan anda disini dan tingkatkan bisnis Anda
http://fellyandmaria.blogspot.com

Pasang Iklan Teks Murah
Promosikan bisnis anda disini segera
  http://fellyandmaria.blogspot.com

    Ads by FELLY AND MARIA
Dari Clereng ke Kalibiru

Jalur Clereng jika dari kota Jogja, jalur yang di lalui yaitu Sentolo → Pengasihan. Setelah sesampainya diperempatan ambil ke arah kanan menuju Clereng → Kalibiru. Ingat jangan sampai kebablasan, sesampainya di pasar kecil Clereng sekitar 300 meter terdapat jembatan yang persis berada di tikungan. Setelah jembatan jarak sekitar 20 meter ada plang kecil yang memberikan arah petunjuk belok ke kiri →Kalibiru.

Dari Sermo ke Kalibiru

Jalur Sermo jika dari arah Jogja lebih cepat ditempuh lewat Sentolo → Pengasih → Alun Alun Wates → RSUD Wates → Beji → Sermo → Kalibiru. Caranya kalau dari kota Jogja, setelah melewati jembatan Bantar yaitu 3 jembatan panjang berjajar, sekitar 3 km terdapat stasiun Sentolo, ikuti plang ke arah kanan → Pengasih → Wates.

Apa saja yang bisa di lakukan di Wisata Alam Kalibiru ?

Setelah sesampainya kalian di Kalibiru tentu saja banyak hal yang bisa kalian lakukan, dari sekedar menghirup udara segar dan menyaksikan keindahan pemandangan alam waduk Sermo dan hamparan perbukitan. Bagi para pengunjung juga bisa menikmati High Ropes Game (Permainan Outbound), atau menjelajah jalur trekking dengan berbagai pilihan. Berikut ini yang bisa kalian lakukan di Wisata Alam Kalibiru :

Lokasi Keren Untuk Foto

Kebanyakan para pengunjung mengabadikan foto-fotonya di atas pohon yang dipasangi papan tempat duduk di antara ranting untuk melihat Waduk Sermo dan pemandangan hamparan perbukitan.


PROMO PASANG IKLAN TEKS

  Pasang Iklan Dengan Murah
  Promosikan bisnis anda disini dengan harga murah
     http://fellyandmaria.blogspot.com

    Pasang Iklan Teks Murah Disini
  Tingkatkan bisnis Anda dengan mempromosikannya anda disini
    http://fellyandmaria.blogspot.com

Pasang Iklan Anda Disini
  Pasang iklan anda disini dan tingkatkan bisnis Anda
http://fellyandmaria.blogspot.com

Pasang Iklan Teks Murah
Promosikan bisnis anda disini segera
  http://fellyandmaria.blogspot.com

    Ads by FELLY AND MARIA
High Ropes Game

Permainan yang dapat memacu adrenalin di Kalibiru. Dalam permainan ini terdapat lima permainan yang digabung menjadi satu, akan tetapi para pengunjung hanya di perbolehkan untuk memilih salah satu permainannya saja. Berikut ini lima permainan yang bisa dipilih oleh pengunjung : Panjat Batu, Berjalan di atas jaring, Berjalan di atas tali tunggal, Berjalan di atas jembatan kayu yang di susun sambung-menyambung dengan tali, Flyingfox yaitu bergelantungan di seutas tali yang meluncur dan mendarat di atas papan pada pohon.


Terdapat Jalur Trekking

Wisata Alam Kalibiru menyediakan jalur trekking untuk para pengunjung yang suka menjelajah. Terdapat dua pilihan jalur trekking, dengan rute dan panjang jalur yang bisa disesuaikan. Mulai dari jarak dekat sekitar 2-3 km, hingga jarak tempuh 4-5 km.

Lokasi Kuliner Mudah

Jangan khawatir sulit untuk mencari makanan di lokasi wisata alam kalibiru, karena saat ini untuk tempat penjual makanan sudah cukup ramai.

Tempat Penginapan

Bagi kalian yang ingin menikmati sunset dan mencari tempat penginapan, untuk budget yang diperlukan sekitar Rp. 250.000,00

Demikian informasi yang bisa Ayo Kita Rekreasi berikan, semoga artikel ini bisa menjadi gambaran untuk kalian berekreasi ke Wisata Alam Kalibiru.

Related Post

Wednesday, 30 March 2016

Kebijaksanaan Pemuda

Saya naik taksi menuju pulang kerumah. Jam menunjukan pukul 7 malam. Kendaraan merayap menyusuri jalanan yang mulai tergenang air. Ketika di wilayah tomang sedang asyik membaca berita lewat Tab, saya tersungkur kedepan jok karena taksi berhenti mendadak. Kacamata saya sampai jatuh ketika itu. Taksi berhenti bersamaan dengan suara keras. Ternyata taksi menabrak kendaraan di depannya.

Seseorang keluar dari kendaraan yang ditabrak itu. Dia anak muda. Tegap dengan wajah nampak dinging. Tidak terkesan dia emosi. Saya bersegera keluar. Feeling saya mengatakan bahwa anak muda ini akan memukul supir taksi. Apalagi bagian belakang mobilnya rusak cukup parah.

Dengan perasaan takut supir taksi itu keluar dari kendaraan. Dia sadar dia salah. Supir taksi itu kurus kerempeng dan tidak muda lagi. Nampak pucat dengan keadaan itu.

"Pak...maaf. Rem saya engga bisa pakem karena kanpasnya kena air." Kata supir taksi itu sambil menunduk pasrah.

" Bapak engga apa apa? " kata pemuda itu dengan tersenyum sambil memegang bahu supir taksi itu.

" Ya engga apa apa" sambil melirik ke arah kendaraan anak muda yang rongsok di belakangnya dan juga melirik kendaraannya yang peyot bumper belakangnya. 'Maafin saya. Saya memang salah" sambung supir taksi itu.

" Ya pak. Engga apa apa. Biasa di jalan. Kalau engga nabrak ya ditabrak. Yang penting bapak engga apa apa. Saya kawatir bapak tabrak mobil saya karena bapak kurang sehat. "kata pemuda itu.

Dia juga mendekati saya." Bapak engga apa apa ?" katanya lembut. Saya mengangguk tanpa bisa berkata kata karena terpesona akan kepribadian anak muda itu.

Anak muda itu mengeluarkan uang dari dompetnya. "Pak ini uang Rp. 1 juta untuk perbaiki kendaraan bapak. Kalau masih kurang, hubungi saya" kata anak muda itu sambil menyerahkan kartu namanya kepada supir taksi. Setelah itu anak muda itu kembali kedalam kendaraan Lexusnya dan melaju.

Anak muda itu bukanlah orang miskin. Dia tentu dari keluarga menengah atas. Empatinya terhadap kaum miskin bukan hanya memberi tapi memaklumi kesalahan orang yang lemah dan bersabar serta berkorban karena itu. Selalu saya katakan kepada putra putri saya, kalau dijalan, bersabarlah dengan pengendara motor, supir angkot, supir bajai, supir taksi. Walau kadang kelakuan mereka membuat kalian kesal, itu tidaklah ada artinya dengan nikmat Allah yang kalian terima.

Kesemrawutan jalan adalah cobaan bagi Pemerintah untuk bekerja lebih keras menata kota, cobaan bagi orang kaya untuk lebih berempati kepada kaum miskin dengan banyak bersabar di jalan.

Tuesday, 29 March 2016

Keseharian Kaum Usang

Sebelum Adzan subuh berkumandang Mak Welas sudah terbangun dari tidur lelapnya akan mimpi indah dihari tua dengan menikmati kemewahan hidup.

Tersadar itu hanya sekedar mimpi lantas dia beranjak untuk mengambil air wudhu guna menunaikan kewajibannya sebagai hamba Tuhan untuk melaksanakan sholat subuh sebagai rutinitas hidup yang telah terlanjur redup.

Usai melipat mukena, langkah terarah ke arah dapur reyot untuk mengolah belanjaan yang dihutangnya dipasar tradisonal. Dengan sabar dia nemilah kacang tanah, nemisahkan pisang dari lirangnya, mengupas ubi, mencabuti bulu jagung untuk kemudian direbus secara terpisah. Bahan bakar kayu dengan sedikit minyak tanah mampu memyalakan harapan baru.

Menjelang surya terbit dengan gendongan dipunggungnya berisi rezeki ia melangkahkan kaki berkilo - kilo menuju kota tempat dimana biasa mangkal , meraih sapu membersihkan area sempit dibibir anak tangga untuk menjajakan dagangannya, terkadang hasil selama satu hari belum tentu cukup menopang kehidupanya walau hanya seorang diri , tak khayal sisa daganganya dibagikan secara gratis kepada tetangganya dan dimakan sendiri.

Hutang kian hari semakin menumpuk , masyarakat kota kini tak doyan nikmati makanan orang kampung , mereka lebih memilih belanja disuper market agar terlihat mentereng . jika ada yang membeli daganganya mungkin karena kasihan , Mak Welas pantang menyerah meniti hidup berjuta upaya dilakukan , baginya berdagang secara halal akan mendatangkan berkah tersendiri .

Setia menunggu pembeli , tersengat terik mentari , terkadang disertai guyuran hujan , saat itu juga tanpa kompromi lari tertatih - tatih sambil menyeret daganganya menepi diemper toko seorang China yang selalu berbaik hati padanya . Dalam hati resah berharap Satpol PP tak berada dihadapannya sebab jika itu terjadi dipastikan pulang hanya membawa selendang tanpa bisa melawan atas kesewenang - wenangan.

Ingatlah Dengan Mereka

Mengenakan pakaian batik lengan pendek dengan jarik dibawahnya yang tanpa disetrika , sesekali kuatkan setagen dalam lilitan perutnya supaya tak terkena lumpur , busana tradisional itu terasa nyaman dikenakan , memakai caping dikepala menutupi kepala dari terik matahari .

Upah Rp ; 250 . 000 , dibagi beberapa orang untuk menancapkan bibit padi dibeberapa petak sawah milik tetangganya . buruh tani tak ubahnya dengan pekerja biasa diperkotaan besar sana , membungkuk berjalan mundur , lincah jemari memasukan bibit kedalam lumpur yang telah digemburkan terlebih dahulu.

Rapi berjajar bersama sambil ngobrol tentang nasib mereka yang tak mampu lepas dari kemiskinan . ditangan mereka pulalah sampai detik ini kita masih dapat mengonsumsi nasi berkualitas tinggi , walau telah banyak alih fungsi lahan garapan menjadi perumahan para buruh tani itu masih punya harapan pada dewi sri .

Tidak pernah merasakan gatal walau bergumul dengan lumpur yang kita anggap kotor ? ! karena sudah terbiasa , mungkin bakteri telah menjadi sahabat sejatinya .

Dirasa lelah menyerta , secara kompak mereka istirahat bersama dibawah pohon rindang sambil menengak teh pahit penghilang dahaga , aliran empang sebagai pemisah ladang sawah dijadikan mencuci tanggan untuk menyantap makanan telanjang tanggan dalam rantang yang berisi nasi jagung dan ikan asin beserta sambal korek bawanya . satu jam telah berlalu , kini saatnya kembali lagi terjun disawah garapannya hingga senja tiba .

Begitulah kehidupan buruh tani desa , jauh seperti yang kita bayangkan ketika menyantap nasi beserta lauk - pauk lezat dimeja makan mewah sambil mendengarkan alunan lagu barat lembut berirama kesenangan.

Sunday, 27 March 2016

Kearifan Lokal

Kemarin di saat makan bareng dengan teman , dia mengutarakan mengapa Jokowi suka pelihara kodok ? ini sebetulnya sebuah analogi tentang kearifan Jawa. Suatu pembelajaran penuh hikmah tentang kodok.

Anda tahu apa itu kodok ? tanyanya. Saya hanya tersenyum. Menurutnya kodok itu jenis binatang yang sangat sombong. Bila mereka berkumpul maka masing ~ masing akan mengeluarkan suara. Mereka akan berlomba lomba berteriak paling keras. Terkesan bertautan. Mungkin yang dikatakan masing masing kodok itu adalah dialah yang terbaik dan terbesar diantara lainnya. Saya tertawa.

Menurutnya benar adanya begitu. Buktinya lambat laun kodok yang berukuran kecil akan pergi berlalu dari kerumunan itu. Suaranya tak terdengar lagi. Yang tersisa hanyalah kodok yang berukuran besar. Bila tersisa hanya dua kodok maka kodok itu akan bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat.

Anehnya setiap pertarungan terjadi, tidak pernah ada yang menang. Dua duanya kalah. Karena keduanya saling memakan kaki lawannya. Bayangkan saja kalau kodok tak ada kaki maka dia tidak bisa melompat dan tak bisa mencari mangsa dan mudah dimangsa predator.

Begitulah Tuhan menciptakan binatang sebagai contoh dan pembelajaran kepada manusia. Sejarah memang mencatat buram tentang manusia yang tak ubahnya sepeti kodok. Ribuan tahun manusia selalu bertikai untuk menjadi penguasa terhadap lainnya Setiap pertikaian memakan korban mati tak terbilang. Setiap kemenangan yang didapat dari kesombongan selalu dibangun diatas ilusi, keserakahan, fitnah, penindasan dan kemunafikan. Segala sifat buruk dengan iblis sebagai mentor terbentuk begitu saja. Sehingga manusia tak ubahnya binatang dan menjauh dari sifat ilahiah yang mengutamakan kasih sayang dan cinta. Kedamaian menjadi mahal. Kehidupan menjadi kelam. Yang miskin meradang dendam kepada sikaya. Sikaya ketakutan jatuh miskin. Penguasa kawatir jatuh dari singgasana. Rasa malu terhalau dan kemanusiaan menjadi komoditi. Tidak ada lagi keiklasan.

Teman saya mengulang ungkapan kearifan bahwa bila kita menghadapi kesombongan maka jangan dilawan. Karena tidak ada gunanya. Itu sebabnya Jokowi tidak pernah marah dengan menggunakan kekuasaannya melawan orang yang menghinanya dengan kesombongan. Mengapa ? Tanpa dilawanpun mereka akan mati dengan sendirinya. Lebih baik menghindar dan menonton proses kehancuran dirinya. Lihatlah sejarah, para pemimpin dan penguasa yang sombong hancur dengan sendirinya.

Lihatlah AS, tidak ada tentara berlapis dan pesawat tempur menghantam AS tapi karena kesombongan mereka sendiri membuat mereka menjadi manusia terendah didunia, seperti layak Negara kalah perang. Apakah ada yang lebih rendah dibanding penerima hutang? Kata teman saya. Saya maklum adanya karena dalam Islam orang terlilit hutang memang pantas di zakati karena dia lemah. Begitulah kenyataannya kini bagi AS yang tadinya begitu sombong namun akhirnya menjadi pengemis kepada negara lain dan dibicarakan oleh setiap lembaga keuangan international sambil mencibir betapa brengseknya negara itu dikelola.

Bila kerumunan manusia bertarung untuk mengatakan dialah yang paling hebat dan dapat dipercaya, maka yang merasa waras dan orang baik akan pergi menjauh dari kerumunan itu. Kalau dia tidak pergi menjauh maka dia lebih bodoh dari Kodok. Kata teman saya itu. Saya tertawa mendengar analogi ini. Itu sebabnya saya tidak pernah ikut dalam group FB yang berteriak dengan kesombongan menyalahkan yang lain dan merasa paling benar. Apalagi kesombongan yang dibangun dengan mudah mengkafirkan orang lain, tendesius dengan sikap orang lain, bahkan penuh cacian yang tidak berkesudahan. Menjauhlah dari mereka, kalau anda lebih pintar dari kodok.

Sebuah Kesederhanaan

Makanan tradisional ini umunya terbuat dari singkong yang telah diolah terlebih dahulu , sebagai penikmat rasa dilumuri creamer berbahan baku gula jawa ataupun parutan kelapa muda.

Memang sudah langka jajanan tanpa bahan pengawet ini , seiring berjubalnya makanan anak dengan berbagai varian yang dipajang ditoko - toko megah .

Aneka makanan itu mempunyai nama unik seperti ; Cenil , lopes , klepon , grontol , tiwul , gatot dan masih banyak lagi jenisnya yang dibungkus dengan daun pisang dan dieratkan oleh lidi . Nenek tua ini tak mempunyai ketrampilan khusus kecuali mengolah singkong untuk dijadikan beberapa jenis makanan yang dapat mengoda selera kita.

Dengan berkeliling keluar masuk kampung berjalan kaki fungsikan tampah dan tenggok terbuat dari bambu yang telah dianyam sebagai media untuk menampung semua dagangannya, walau anak - cucunya melarangnya untuk berjualan namun tak dihiraukan , baginya dengan mencari nafkah sendiri dapat membuang rasa sepi jika hanya berdiam sendiri dirumah.

Ia tak biasa berpaku tangan , berpuluh - puluh tahun telah terbiasa melalui hidup dengan berjuang bersama almarhum suaminya , akan terasa sakit semua seluruh badan jika hanya diam tanpa beraktivitas .

Nenek ini menampar kita semua yang gemar bermalas - malasan dengan sedikit kerja banyak uang , sebenarnya banyak tauladan yang perlu kita contoh dari mereka yang mampu jalani hidup secara sederhana . dihadapan nenek tua ini kita bukanlah siapa - siapa , sama seperti Tuhan memandang Umatnya.

Wednesday, 23 March 2016

Harta Yang Tidak Menolong

Ada satu cerita Film HBO. Seorang perampok melarikan diri dengan mengendari pesawat ringan. Yang menjadi pilot adalah dia sendiri. Dia terbang seorang diri. Ketika berada ditengah hutan, dia melompat keluar dari pesawat dengan menggunakan parasut, Bersama dia ada satu koper uang hasil rampokan.

Pesawat akan jatuh dengan sendirinya. Rencana pelariannya dibuat dengan begitu rapi. Tentu orang akan menduga dia ikut terkubur bersama pesawat yang meledak ketika jatuh kebumi. Selanjutnya dia akan mengoperasi wajahnya untuk sekaligus merubah indentitas dirinya.

Akan tetapi sebaik baiknya rencana, yang terjadi lain. Dia jatuh tidak diatas tanah datar tapi jatuh terperosok kedalam sumur bersama parasutnya, dan juga uang satu koper yang di bawanya. Lubang sumur itu cukup dalam hingga tidak mungkin dia bisa keluar dari sumur itu. Kini dia berada ditangah hutan dan didalam sumur tanpa ada yang tahu.

Waktu berlalu, badan mulai terasa dingin. Setiap malam untuk menjaga hangat tubuhnya, dia membakar uang hasil rampokan. Begitulah setiap malam, ketika dingin mulai menusuk tulang, uangpun dibakar. Itu dilakukanya setiap malam sampai tidak ada lagi lembaran uang yang dibakar untuk menghangatkan tubuhnya.

Akhirnya dia menemui ajalnya seorang diri ditengah hutan didalam sumur. Ini hanya sebuah cerita. Tapi hikmahnya teramat luas. Bahwa dia melakukan apa saja untuk mendapatkan harta. Akal dan kemampuannya digunakan untuk itu. Namun ketika tidak ada lagi jalan keluar dari ancaman maut maka harta yang ada menjadi tak ada nilai.

Uangpun dibakar begitu saja untuk sebuah kehidupan. Dan berharap bila umur masih panjang akan ada pertolongan datang untuk dia bebas dari dalam sumur. Tentu doa siang malam tak henti dipanjatkan untuk keluar dari himpitan rasa takut mati itu.

Tidak ubahnya seperti cerita lain, seorang pejabat yang pensiun dengan deposito hasil korup tak terbilang. Namun ketika dia pensiun, penyakit kanker datang. Segala daya digunakan untuk keluar dari ancaman kematian. Karena harta berlebih maka tak lagi dipikirkan biaya berobat bila harus keluar negeri atau mendatangi dokter ahli dari Mancanegara.

Lambat namun pasti , harta yang dikumpulkan dari hasil korup bertahun tahun akhirnya terkuras habis. Ketika harta habis, mautpun menjemput. Tak usah dibayangkan betapa penderitaan yang harus dirasa selama proses pengobatan itu. Selama proses menanti ajal. Rasa cemas akan maut yang segera menjemput. Rasa takut akan meninggalkan semua yang dicintai. Semua menyatu jadi satu dalam derita tak bertepi.

Akhirnya Semua sirna begitu saja. Tak ada lagi kehebatan dan kepintaran yang dulu dibanggakan hingga pantas mencuri uang rakyat dengan menggunakan jabatan dan kekuasaan.

Apa yang diilustrasikan diatas dengan jelas kita ketahui bahwa betapa kehidupan itu sangat mahal. Manusia itu kadang aneh. Dia melakukan apa saja agar mendapatkan harta namun ketika kematian akan merenggutnya dia mengorbankan semua harta yang didapatnya, dan kematian tetap terjadi. Tidak ada harta dan kekuasaan didunia ini yang dapat membeli kehidupan. Bila saatnya datang tak ada yang bisa menghindar.

Kematian

Seperti yang kita ketahui, setiap makhluk yang hidup pasti akan mati. Ternyata, pada saat kita menjadi mayit, atau meninggal, kita akan mengalami keadaan yang paling pedih. Apa keadaan yang di alami mayit saat baru meninggal? Berikut kisah hikmahnya !!

***
Alkisah pada suatu ketika, Aisyah bercerita..

Rasulullah saw kemudian tiduran dengan meletakkan kepalanya diatas pangkuanku. beliau tidur dengan telentang. Diatas tengkuknya aku berbuat mencari uban jenggotnya. Akhirnya aku melihat dalam jenggot beliau ada 11 rambut putih. Lantas aku berfikir, dalam hati aku mengatakan: "Bahwa beliau ini akan wafat mendahului aku, maka tinggallah umat ini tanpa ada Nabi". Tanpa terasa aku menangis sampai air mataku mengalir dipipi sehingga menetes kewajah Rasulullah SAW, beliau langsung terbangun dari tidurnya seraya bertanya: "Apa yang menyebabkan dirimu menangis wahai Ummul Mukminin?"

Aku lantas menceritakan kepada beliau suatu cerita. Beliau lalu bertanya kepadaku: "Saat apa yang paling pedih dialami mayit?". Aku menjawab: "Tidak ada keadaan yang paling pedih diatas diri si4 mayit disaat mayit keluar dari rumahnya, sedangkan anak-anaknya berduka cita dibelakangnya, seraya mengatakan: "Aduh...bapak...aduh... Sedangkan ibu dan bapaknya berkata: Aduh... anakku..."

Rasulullah lalu bersabda: "Yang ini lebih pedih lagi". Kemudian aku bertanya: "Apa yang lebih pedih dari itu Ya Rasulullah?". Beliau menjawab: "Tidak ada keadaan yang paling pedih bagi simayit ketika ia diletakkan dalam liang kubur kemudian diuruk dengan tanah. Setelah itu, kembalilah para kerabatnya, anak-anaknya dan para kekasihnya, mereka semua menyerahkan simayit kepada Allah Ta'ala beserta perbuatan amalnya. Lalu datanglah malaikat Munkar dan Nakir dalam kuburnya.

Kemudian Nabi saw bertanya: "Saat apa yang paling pedih dari kejadian tersebut itu?". Aku menjawab: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu".

Beliau lantas bersabda: "Wahai Aisyah, sesungguhnya keadaan yang paling pedih atas diri simayit adalah ketika orang yang memandikan masuk kepadanya untuk memandikan dirinya, lalu orang yang memandikan mengeluarkan cincin si mayit muda dari jarinya, melepaskan baju penganten dari badannya, melepaskan surban mayit tua atau mayit alim dari kepalanya guna dimandikan.

Pada saat itu, ruhnya memanggil sewaktu melihat simayit dalam keadaan telanjang, dengan suara yang bisa didengar oleh seluruh makhluk, kecuali jin dan manusia. Ruh itu mengatakan: "Wahai orang yang memandikan, aku meminta supaya kalian menyopot bajuku dengan pelan, sebab saat ini aku benar-benar ingin istirahat akibat dari sakitnya tarikan Malikat maut tadi".

Ketika orang-orang sedang memandikan mayit, maka berkatalah ruh: "Wahai orang yang memandikan, kalian jangan memegang aku dengan kuat, sebab jasadku telah luka akibat dari keluarnya ruh".

Setelah selesai dimandikan simayit diletakkan didalam kain kafan, kemudian diikat pada tempat kedua telapak kakinya. Pada saat itu si mayit memanggil-manggil: "Wahai orang yang memandikan, kalian jangan mengikat kain kafan kepalaku sehingga aku bisa melihat wajah istriku, anak-anakku dan kaum kerabatku, sebab pada hari ini adalah hari yang terakhir kali aku melihat mereka. Hari ini aku akan pisah dengan mereka, aku juga tidak akan melihat mereka lagi sampai hari kiamat tiba.

Sewaktu mayit dikeluarkan dari rumah, maka mayit berseru: "Wahai golonganku, kutinggalkan istriku dalam keadaan janda, kalian jangan menyakitinya. Kutinggalkan anak-anakku dalam keadaan yatim, kalian jangan menyakitinya, sebab pada hari ini aku keluar rumah dan tidak akan kembali lagi pada mereka untuk selamanya.

Tatkala mayit diletakkan diatas keranda, simayit berseru: "Wahai golonganku, kalian jangan tergesa-gesa membawaku, sehingga aku bisa mendengarkan suara istriku, anak-anakku, serta kaum kerabatku, sebab pada hari ini aku berpisah dengan mereka sampai hari kiamat.

Pada saat mayit dipikul diatas keranda dan orang-orang yang mengantarkan sudah melangkahkan kakinya tiga kali, tiba-tiba ada seruan dengan suara yang bisa didengar oleh sagala sesuatu kecuali manusia dan jin.

Ruh itu berkata: "Wahai para kekasihku, wahai para saudaraku, wahai anak-anakku, janganlah kalian terbujuk oleh tipu daya dunia, sebagaimana dunia telah menipu diriku. janganlah kalian dipermainkan zaman, sebagaimana jalan telah mempermainkan diriku.

Ambillah pelajaran apa yang aku alami ini, sesungguhnya aku telah meninggalkan semua harta yang tealah aku kumpulkan untuk ahli warisku, dan mereka tidak mau menanggung sedikit pun dari kesalahanku. Didalam kubur Allah menghisab aku, sedangkan didunia kalian bersenang-senang dengan segala isinya. Kalian juga tidak mendoakan aku ketika kalian menshalati jenazah.

Pada waktu sebagian ahlinya dan teman-temannya kembali dari tempat shalat, maka si mayit berkata: "Wahai saudaraku, aku mengetahui bahwa mayit itu lupa dikala hidupnya, tetapi kalian jangan melupakan aku secepat ini sebelum kalian menanamku, sehingga aku bisa melihat pada tempatku.

Wahai saudaraku, aku mengetahui bahwa wajah mayit lebih dingin dari pada air yang dingin menurut perasaan hati orang yang masih hidup, tetapi kalian janganlah kembali secepat ini".

Ketika mayit diletakkan didekat kuburnya, simayit berkata: "Wahai golonganku, wahai saudara-saudaraku, aku telah mendoakan kalian tetapi kalian tidak pernah mendoakan diriku".

Saat mayit diletakkan dalam kuburnya, simayit berkata: "Wahai ahli waris, aku tidak mengumpulkan harta yang banyak kecuali aku tinggalkan untuk kalian, maka ingatlah kalian kepadaku dengan memperbanyak kebaikan seperti yang telah aku ajarkan kepada kalian tentang isi Al-Quran dan tata krama, janganlah kalian lupa untuk mendoakan aku".

Hutan Yang Sembunyi

Ditemukan Hutan Bawah Tanah di Gurun Pasir Maghrib, Satu Lagi Bukti Semakin Dekatnya Hari Kiamat.

Di Maghribi (Maroko) terdapat sebuah hutan di bawah tanah di tengah padang pasir. Bayangkan di tengah gersangnya padang pasir namun di bawahnya terdapat tanah yang mempunyai hutan, pohon-pohon yang tumbuh dalam kegelapan di bawah padang pasir.

Pada tahun 2012 satu penelitian telah menemukan adanya jaringan dari sungai dan danau yang sangat besar dan luas di bawah gurun pasir.

Profesor Michael Petraglia dari University of Oxford yang melakukan penelitian di padang pasir di Semenanjung Arab yang pada akhirnya menemukan hal ini, mendapati bahawa ternyata adanya gurun pasir yang gersang tetapi menyembunyikan jaringan sungai dan hutan yang luas di bawahnya. Hal ini mengindikasikan bahawa daerah ini sebelumnya pernah dipenuhi dengan berbagai kehidupan, baik organisme dan flora.

Penelitian dan kajian ini telah di lakukan oleh pasukan observasi sepanjang proses penelitian lebih lanjut tentang daerah ini, seperti yang dilaporkan oleh laman University of Oxford yang memberi judul pada penelitian dan kajian itu sebagai 'Scientists explore an ancient network of rivers and lakes in the Arabian Desert'.

Profesor Petraglia turut melakukan penggalian bawah gurun pasir itu untuk mengetahui penyebab keberadaan kehidupan di daerah itu pada ribuan tahun silam serta alasan mengapa kehidupan tersebut bisa lenyap lalu berganti menjadi daerah padang pasir gersang setelah sebelumnya memililiki kekayaan sumber air, populasi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Para ilmuwan mengatakan bahawa penemuan ini sangat penting untuk mengetahui hakikat kehidupan di gurun Maghribi Arab, dan bagaimana proses berevolusinya kehidupan manusia di sana serta penyebab migrasi manusia dan hubungannya dengan iklim dan perubahannya.

Sesungguhnya fakta ilmiah telah membuktikan bahawa di bawah gurun pasir Arab sebelumnya ditumbuhi oleh berbagai tumbuh-tumbuhan dengan sumber air yang terdapat disekitarnya. Para ilmuwan juga mencoba untuk memprediksikan masa depan wilayah tersebut.

Sebenarnya hal ini telah diberitakan oleh Rasulullah Solallahu Alaihi Wassalam.. Rasulullah Sollallahu Alaihi Wasallam telah memberi peringatan tentang itu dahulu dalam Sabdanya:
(لا تقوم الساعة حتى تعود أرض العرب مروجاً وانهاراً [رواه مسلم

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu bahwa Rasulullah S.A.W pernah bersabda : "Kiamat tidak akan datang sehingga tanah Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan sungai". ( Diriwayatkan oleh Muslim (no hadis : 157)

Baginda Rasulullah Saw telah membuktikan kebenaran hari Kiamat dengan fakta Ilmiyah yang akan ditemukan oleh para ilmuwan setelah empat belas abad supaya menjadi bukti atas kebenaran Risalah yang dibawanya.
Dan adakah penemuan ini adalah petanda kiamat semakin dekat? Maha benar allah dengan segala firmannya.

Dua Laut Berbeda

Allah swt berfirman dalam Surat Ar- Rahman Ayat: 19- 20 sebagai berikut:

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

Ternyata fenomena air laut yang tidak bercampur itu benar-benar ada. Fenomena yang sama terdapat pada Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53)

Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negara Maroko dan Spanyol.

Penjelasan ilmiah tentang tidak bercampurnya dua laut tersebut adalah sebagai berikut:

Arus Selat Gibraltar memang sangat besar di bagian bawahnya. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan air (density)nya. Air laut di Laut Tengah (Mediterania) memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik.

Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga arus di selat Gibraltar bergerak ke barat, menuju Samudera Atlantik.

Akan tetapi berbeda dengan kenyataannya, ternyata ketika air laut dari Laut Tengah menuju Samudera Atlantik, mereka tidak mencampur. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini.

Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap.

Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyarta, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.

Penyebab adalah Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah melalui Selat Gibraltar.

Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Suhu air berbeda. Kadar garam nya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda.

Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing-masing laut tidak berubah. Dari atas ferry yang kami naiki, masih bisa terlihat dengan jelas mana air yang berasal dari Lautan Atlantik, dan mana air yang berasal dari laut tengah atau laut Mediterania.

Kalau dipikir secara logika, pasti bercampur, nyatanya tidak bercampur. Kedua air laut itu membutuhkan waktu lama untuk bercampur, agar karakteristik air melebur. 

Penguapan air yang di Laut Mediterania sangat besar, sedang air dari sungai yang bermuara di Laut Mediterania berkurang sekali. Itulah sebabnya air Lautan Atlantik mengalir deras ke Laut Mediterania.

Arus air alut di Selat Gibraltar

Sifat lautan ketika bertemu, menurut modern science, tidak bisa bercampur satu sama lain. Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan.

Dikarenakan adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak becampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.

Air laut Mediteranian, yang berwarna biru tua, menyusup sampai kedalaman 1000 m dari permukaan laut, di lautan Atlantik, dan terus masuk sejauh ratusan km di lautan Atlantik dan tetap tidak berubah karakteristiknya.

Cara Berpikir

Diceritakan, ada seorang pemuda yang akan menemui saudaranya di suatu desa. Dia bertanya kepada pamannya, di mana rumah saudaranya itu. Pamannya membuatkan sebuah peta agar pemuda ini bisa sampai ke desa dimana saudaranya tinggal. Dengan berbekal peta itu, si pemuda pun berangkat.

Namun, beberapa saat kemudian, si pemuda itu kembali lagi ke rumahnya. Saat ditanya dia menjawab, “Jalannya terlalu berat. Terlalu mendaki dan berliku. Belum lagi bebatuan serta jurang di sisi jalan-jalan menuju desa itu.”

“Berapa umurmu?” tanya si paman.

“Saya 25 tahun paman. Ada apa dengan umur saya?” tanya si pemuda itu.

“Tahukah kamu, kapan saya terakhir ke desa itu?”

“Kapan paman?” tanya si pemuda.

“Terakhir saya ke desa tersebut, saat saya berumur 49 tahun, yaitu dua tahun yang lalu.” jawab si paman.

“Apa maksud paman?”

“Artinya, jalan ke desa itu memang berat. Pertanyaanya adalah, kenapa paman bisa? padahal saat itu umur paman 49 tahun? Sementara, kamu yang masih berumur 25 tahun, mengatakan terlalu berat.” kata si paman.

Si pemuda itu terdiam. Kemudian dia berkata, “Pada kenyataan saya tidak bisa melalui jalan itu, paman. Apa yang harus saya lakukan?”
Si paman tersenyum. “Itu maksud paman!”

“Bisa dijelaskan paman?” tanya si pemuda kebingungan.

“Sebelumnya, kamu mengatakan ‘jalannya terlalu berat’. Kamu menyalahkan kondisi jalan. Tetapi, baru saja kamu mengatakan ‘saya tidak bisa’. Kamu tahu perbedaanya?” tanya si paman sambil tersenyum.

Si pemuda ngangguk-ngangguk. “Artinya, masalah itu ada pada diri saya?”
“Ya, tentu saja. Kamu mulai mengerti. Ada mindset atau pola pikir yang harus kamu perbaiki. Ini untuk kemajuan kamu sendiri.” jelas si paman.

“Sering kali, saat kesulitan itu ada, orang lebih sering menyalahkan apa yang ada di luar dirinya. Kamu mengatakan, jalannya terlalu berat. Jalannya memang berat, namun yang kamu lupakan ialah bahwa kamulah yang tidak sanggup atau tidak bisa melalui jalan tersebut.” jelas si paman.

“Lalu, apa yang harus saya lakukan. Apakah saya harus belajar dan berlatih untuk melalui jalan itu?” kata si pemuda.

“Tentu saja, jika memang kamu tidak bisa. Jika kamu tidak bisa, maka kamu harus belajar dan berlatih.” jelas di paman.
“Tapi… jalannya sangat panjang dan curam.” kata si pemuda.
“Eit…!”, kata si paman sambil mengacungkan telunjuknya. “Kamu menyalahkan kondisi jalan lagi.”
“Oh iya. Saya lupa paman. Apa yang harus saya lakukan?”
Si paman tersenyum, kemudian dia menjelaskan:
“Jika jalan yang akan ditempuh sangat panjang, maka langkahkan kakimu satu langkah. Niscaya, jalan yang akan kamu tempuh sudah berkurang satu langkah. Kamu mengerti maksud saya?”
“Baiklah paman, saya mengerti. Sepertinya saya harus belajar cara melalui jalan itu. Saya memang tidak bisa.” kata si pemuda itu.

“Bagus, pelajaran pertama sudah kamu pahami. Jika tidak bisa, artinya kamu harus belajar dan secara bertahap. Namun ada satu pelajaran lagi yang harus kamu pahami sebelum kamu mengatakan tidak bisa.” jelas si paman.

“Apa itu paman?” si pemuda kembali penasaran.
“Sekarang, kita pergi ke jalan yang berat itu. Benarkah kamu tidak bisa?” kata si paman.
“Saya harus mencobanya?” tanya si pemuda.
“Ya tentu saja, kamu harus mencobanya. Tapi, sebelum mencoba ada hal yang harus kamu perhatikan. Yuk, kita ke sana.” ajak si paman.
Mereka pun langsung pergi menuju jalan yang berat, menanjak dengan sangat curam dan diapit oleh jurang-jurang yang dalam.

“Sekarang, kita duduk di warung kopi itu sambil ngopi.” ajak si paman sambil menuju sebuah warung kopi. Di warung kopi itu, mereka bisa melihat jalan yang berat tersebut dan aktivitas yang ada di jalan tersebut. Mereka pun memesan kopi sambil memperhatikan jalan.

“Lihat itu!” kata si paman, sambil menujuk ke seseorang yang berjalan, mendaki jalan yang dikatakan berat itu sambil memikul dua karung besar berisi rumput.

Si pemuda pun itu langsung melihat orang tersebut.
“Kamu tahu? Dia hampir setiap hari melalui jalan terjal itu untuk mengangkut rumput yang cukup berat. Ya, sekitar 50 kg.” kata si paman.

“Sekarang saya mengerti paman. Jika si bapak yang mengangkut rumput saja bisa, maka saya yang tanpa beban pasti bisa.” kata si pemuda dengan penuh antusias.

“Itu maksud paman, kamu pasti bisa. Tapi ada yang salah.” kata si paman sambil tersenyum.

“Apa yang salah paman?” kata si pemuda kaget. Dia sudah merasa cerdas, tetapi masih ada yang salah.

“Yang mengangkut rumput itu bukan bapak-bapak, tetapi dia bibi Mirnah yang usianya seumur paman (51 tahun). Dia teman paman.”

Pelajaran yang bisa Anda petik dari cerita diatas adalah, sesuatu yang kita pikirkan ternyata berpengaruh besar terhadap apa yang akan kita kerjakan, jadi rubahlah cara berpikir kita.

Singkat Dan Bermakna

Judul di atas adalah sikap Rasulullah ketika terjadi peristiwa yang ibarat danau, airnya telah dibuat beriak oleh satu peristiwa yang terjadi. Para sahabat di sekeliling beliau, siap memberikan respon dan reaksi, tapi respon dan reaksi yang paling baik datang dari Rasulullah. Tidak kurang, tidak lebih, singkat tapi bermakna.

Satu hari, di Masjid Nabi, Rasulullah dan para sahabatnya sedang berkumpul dalam halaqah, majelis ilmu, membahas sesuatu. Masjid Nabi, lantainya masih pasir, tak ada ubin, apalagi sajadah. Dan mereka duduk, shalat, ruku’ dan sujud di atasnya.

Ketika kelompok manusia terbaik ini berkumpul dan mempelajari ilmu dan perintah Allah, tiba-tiba datang seorang lelaki Badui, lelaki desa nan udik ke dalam Masjid Nabi. Kita semua mengetahui kisahnya. Sebagian besar kaum Muslimin bahkan telah hapal ujung ceritanya. Tapi mari, sekali lagi kita belajar dari sudut pandang yang sedikit lain.

Lelaki Badui ini, tak datang untuk bergabung dalam halaqah nan mulia. Lelaki ini terus berjalan, menuju ujung ruangan, di pojok bangunan Masjid Nabi. Di sana, dia tengok kanan dan kiri. Mengangkat kainnya dan berjongkok di ujung ruangan untuk menuntaskan hajatnya. Lelaki Badui ini buang air kecil, buang air kecil!

Para sahabat yang berada di masjid dan sedang berhalaqah, seketika bergejolak. Mereka hendak berdiri, entah dengan niat melakukan apa di hati masing-masing. Para sahabat marah. Dan kemarahan mereka sangat wajar, ini Masjid Nabi, bukan tempat buang hajat. Para sahabat berhamburan, berdiri, segera berjalan menghampiri lelaki Badui yang sedang menuntaskan hajatnya tadi. Di wajah-wajah mereka, para sahabat mulia itu, nampak kemarahan yang siap meledak.

Tapi Rasulullah memanggil dan menenangkan semua sahabat yang sudah siap mengambil aksi. “Jangan, biarkan dia. Jangan menganggunya. Biarkan dia menyelesaikan kencingnya,” ujar Rasulullah saw.

Setelah lelaki Badui ini menyelesaikan urusannya, Rasulullah memanggilnya dengan nada lembut. Padahal, para sahabat, semuanya, sudah berada pada titik didih. Lelaki Badui ini datang dan berjalan pelan menghampiri Rasulullah. Beliau menangkap atmosfer kemarahan yang mengepungnya. Tapi hanya Rasulullah yang ditujunya.

Dengan halus, ketika lelaki Badui ini berada di depan beliau, Rasulullah berkata, “Sesungguhnya, masjid ini dibangun bukan untuk itu (maksudnya untuk buang hajat). Masjid ini dibangun untuk shalat dan membaca al Qur’an.”

Hanya itu, tidak kurang, tidak berlebihan. Singkat, tapi tepat sasaran.

Lelaki Badui ini paham, dan lalu pergi meninggalkan Masjid Nabi. Tak lama waktu shalat tiba, dan Rasulullah memimpin para sahabat untuk menunaikan shalat. Dan yang menarik, lelaki Badui ini bergabung bersama untuk shalat jamaah. Dan Rasulullah pun memimpin shalat.

Seperti biasa, Rasulullah melakukan shalat. Sampai ketika bangkit ruku’, Rasulullah mengucapkan , “Sami’Allahu liman Hamidah.” Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Para sahabat kemudian menjawab dengan ucapan, “Rabbana walakal Hamdu.” Tuhan kami, segala puji hanya untuk-Mu.

Di luar dugaan, lelaki Badui, ya betul, lelaki Badui yang tadi, menambahkan doanya lebih panjang dari para sahabat. “Rabbana walakal Hamdu. Allahumarhamni wa Muhammadan, wala Tarham ma’ana ahadan.” Tuhan kami, segala puji hanya untuk-Mu. Ya Allah, sayangilah aku dan Muhammad. Dan jangan sayangi orang-orang selain kami berdua.

Doa ini dibaca dengan lantang, sampai-sampai Rasulullah mendengarnya. Dan tentu saja, para sahabat yang ada juga mendengarnya. Memang lelaki Badui ini, yang seringkali disebut tidak berpendidikan dan memilik karakter unik, telah menyalahi rukun dari bacaan shalat. Tapi pelajarannya yang seringkali kita tidak perhatikan adalah, lihatlah isi doanya. Doa yang mencerminkan, bahwa Rasulullah telah menguasai hatinya. Doa yang memperlihatkan, bahwa dia juga menolak, sekurang-kurangnya tak mau dengan para sahabat yang ada.

Lelaki Badui ini, yang mohon maaf, sekali lagi kelompok ini sering disebut sebagai kelompok masyarakat yang tidak berpendidikan, telah menempatkan Rasulullah di tempat yang sangat berpengaruh dalam hidupnya, dalam pikirannya, dalam doanya, dalam permintaannya kepada Allah. Sehingga dia berharap hanya Rasulullah dan dirinya saja yang dirahmati Allah. Dan tentu saja, ketika seseorang menempati posisi yang istimewa, maka istimewa pula letak nasihatnya.

Selepas shalat, Rasulullah berbalik badan. Lalu beliau memanggil lelaki Badui ini dan berkata singkat, “Engkau telah membatasi sesuatu yang sangat luas.” Ya, singkat, sesuai dengan kebutuhan bagi seorang lelaki Badui yang tentu saja tingkat pemahamannya tidak sama dengan sahabat-sahabat utama seperti Abubakar, Umar bin Khattab atau sahabat yang lain.